Diskriminasi Nama Muhammad di Bandara Diduga Disengaja

Laban Laisila

Sabtu, 21 Maret 2015 | 23:49 WIB
Diskriminasi Nama Muhammad di Bandara Diduga Disengaja
Badara Soekarno Hatta, Cengkareng. [suara.com/Bernard Chaniago]

Suara.com - Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyayangkan adanya perlakuan diskriminatif terhadap nama Muhammad dan Ali yang terjadi di Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng.

"Kasus 'autogate' di Bandara Sukarno-Hatta telah banyak menarik perhatian. Ada yang menilai bahwa kejadian itu mengandung unsur kesengajaan," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan elektronik di Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan kasus diskriminatif harus segera dihentikan. Karena itu, pemerintah harus mengevaluasi perangkat lunak dalam gerbang otomotis tersebut.

Menurut Saleh, semua warga negara harus diperlakukan sama tanpa memandang agama, suku, ras, budaya, apalagi nama.

"Di negara lain saja, nama Muhammad dan Ali tidak dipersoalkan. Kok di negara yang mayoritas Muslim, seperti Indonesia malah muncul," kata alumni Universitas Colorado, Amerika Serikat, itu.

Saleh mencontohkan di Amerika ada seorang ulama Indonesia bernama Muhammad Shamsi Ali. Walaupun namanya mengandung kata Muhammad dan Ali, namun ulama ini cukup disegani.

Setidaknya, menurut Saleh, Muhammad Shamsi sudah banyak mendapatkan penghargaan dari Amerika untuk kepeloporannya dalam bidang toleransi antarumat beragama.

"Ketika saya belajar di Amerika, hampir semua orang Islam Indonesia mengenal dan mengetahui nama besar Ustadz Shamsi Ali. Walau tinggal di New York, namun dia dikenal di berbagai negara bagian lain. Ternyata, di sana nama Muhammad dan Ali justru bisa mendatangkan perdamaian dan pelopor dialog antarkeyakinan," tuturnya.

Saleh meminta kasus gerbang otomatis di Bandara Sukarno-Hatta itu tidak dianggap remeh. Perlu penanganan serius sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Apalagi, ada beberapa kalangan yang tersinggung terkait masalah ini.

"Kemarin ada teman saya yang telpon. Dia mengatakan kalau keluarganya sangat terkejut dengan kasus itu. Pasalnya, dia memiliki 3 saudara laki-laki yang semuanya memiliki nama yang diawali dengan Muhammad. Katanya, walau jarang ke luar negeri, tapi hati kecilnya menolak dan merasa terasing di negeri sendiri," pungkasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×