Belum Ada Penelitian Dampak Nata De Coco Dioplos Pupuk ZA

Siswanto

Kamis, 02 April 2015 | 12:09 WIB
Belum Ada Penelitian Dampak Nata De Coco Dioplos Pupuk ZA
Penampakan sisa produksi nata de coco. (suara.com/Wita Ayodhyaputri)

Suara.com - Ketua Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Muhammad Nur Cahyanto, mengatakan hingga saat ini belum dilakukan penelitian terhadap dampak yang ditimbulkan jika manusia mengonsumsi makanan atau minuman yang bahannya terindikasi dicampur dengan pupuk ZA (zwavelzure ammoniak).

"Sampai sekarang memang belum ada penelitian apa dampak bagi kesehatan manusia jika mengonsumsi makanan yang dibuat dengan campuran pupuk ZA ini," kata Nur Cahyo ketika dihubungi suara.com untuk menyikapi terbongkarnya pabrik pembuatan nata de coco yang terindikasi menggunakan campuran pupuk ZA sebagai salah satu bahan baku.

Nur Cahyo menambahkan ZA memang menjadi salah satu bahan dalam pembuatan nata de coco karena mengandung amonium sulfat.

Menurut Nur Cahyo amonium sulfat dalam proses pembuatan nata de coco berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi bakteri fermentasi nata de coco, dan sumber nitrogen tersebut seperti protein bagi manusia.

Namun, Nur Cahyo menegaskan bahwa seharusnya ZA yang digunakan bukanlah ZA pupuk, melainkan ZA khusus makanan atau food grades.

"ZA ini kan ada dua, ada yang food grades dan ada yang pupuk untuk tanaman, nah kalau yang ZA food grades ini kan sudah ada penelitiannya jadi sudah pasti aman untuk manusia, tapi jika ZA pupuk seperti yang digunakan di Sleman belum ada penelitiannya apakah aman atau tidak, jadi kalau kita makan ya gembling ya," tambah Nur Cahyo.

Nur Cahyo mengatakan sebenarnya jika ZA khusus food grades dirasa terlalu mahal atau susah didapat, para pembuat nata de coco bisa menggantinya dengan ekstrak kecambah atau amonium sulfat lainnya tapi yang food grade. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Air Tanah Dekat Pabrik Nata de Coco Berbahan Pupuk Tercemar

Air Tanah Dekat Pabrik Nata de Coco Berbahan Pupuk Tercemar

News | Kamis, 02 April 2015 | 06:05 WIB

Pemilik: Buat Nata de Coco Pakai Pupuk Itu Sudah Biasa

Pemilik: Buat Nata de Coco Pakai Pupuk Itu Sudah Biasa

News | Kamis, 02 April 2015 | 06:04 WIB

Begini Cara Membuat Nata de Coco Bercampur Pupuk di Yogyakarta

Begini Cara Membuat Nata de Coco Bercampur Pupuk di Yogyakarta

News | Kamis, 02 April 2015 | 05:59 WIB

Waspada Nata de Coco Berbahan Pupuk Kimia ada di Bekasi & Bogor

Waspada Nata de Coco Berbahan Pupuk Kimia ada di Bekasi & Bogor

News | Kamis, 02 April 2015 | 06:00 WIB

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 19:03 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×