Air Tanah Dekat Pabrik Nata de Coco Berbahan Pupuk Tercemar

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2015 | 06:05 WIB
Air Tanah Dekat Pabrik Nata de Coco Berbahan Pupuk Tercemar
Kawasan pabrik pengolahan nata de coco. (suara.com/Wita Ayodhyaputri)

Suara.com - Air tanah di dekat pabrik pengolahan nata de coco di kawasan Sidomulyo, Sleman, Yogyakarta tercemar limbah. Sebab pengolahan nata de coco itu diduga menggunakan pupuk kimia berjenis ZA.

Jimi, salah satu warga setempat bercerita air tanah di rumahnya tidak bisa diminum. Sebab rumahnya berdekatan dengan kawasan pabrik yang dulunya sekolah itu.

"Dulu air di sini jernih banget. Sekarang kan sudah tidak, bahkan airnya sekarang berbau dan nggak bisa diminum. Dulu kalau orang ronda dekat sini sering ambil air di sini untuk dimasak dan buat minuman. Tapi sekarang nggak bisa," kata Jimi di lokasi pabrik saat berbincang dengan suara.com, Rabu (1/4/2015).

Selain air sumur warga tercemar, saban hari Jimi juga mencium bau busuk dari lokasi pengolangan. Ketika suara.com ke lokasi pabrik, bau tersebut masih menusuk hidung.

Jimi bercerita selama pabrik itu berdiri, dia dan warga sekitar tidak tahu jika nata de coco dibuat dengan bahan berbahaya. Sebab lokasi pabrik tertutup.

"Ya tahunya setelah polisi datang, saya nggak tahu. Ini kan tertutup. Orang sini kalau ngelamar kerja nggak diterima. Mereka tertutup dengan warga. Karyawannya juga nggak pernah keluar, yang punya kan juga bukan orang sini," papar Jimi.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Sleman, Yogyakarta membongkar modus produksi makanan sari air kelapa atau nata de coco yang terbuat dari pupuk ZA. Makanan ini sudah sampai Bekasi dan Bogor.

Nata de coco beracun ini diproduksi dan dikirim ke beberapa perusahaan di Bogor dan Bekasi. Lalu didistribusikan ke supermarket, swalayan dan minimarket.

Setiap harinya pabrik nata de coco tersebut mampu memproduksi hingga 700 kg nata de coco. Bahkan tiap dua pekan sekali nata de coco itu di kirim ke Bogor dan Bekasi. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 19:03 WIB

Ini Cara Memilih Kikil dan Daging Bebas Formalin

Ini Cara Memilih Kikil dan Daging Bebas Formalin

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2015 | 06:02 WIB

BPOM: Beri Formalin ke Kikil Itu Kejahatan Luar Biasa

BPOM: Beri Formalin ke Kikil Itu Kejahatan Luar Biasa

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:45 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×