Pemilik: Buat Nata de Coco Pakai Pupuk Itu Sudah Biasa

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2015 | 06:04 WIB
Pemilik: Buat Nata de Coco Pakai Pupuk Itu Sudah Biasa
Penampakan sisa produksi nata de coco. (suara.com/Wita Ayodhyaputri)

Suara.com - Pemilik pabrik nata de coco beracun di Sleman, Yogyakarta, Danang Prasetyo menilai sudah biasa membuat makanan sari kelapa itu menggunakan pupuk kimia jenis ZA. Dia mengklaim tak ada efek samping. Danang mengkaim sudah lama memakan nata de coco yang dibuat dari pupuk ZA. 

"Saya yakin nata saya ini nggak bermasalah. Wong saya juga sering makan, kalau pas produksi panas cuacanya kan dari pada keluar cari minum. Ya saya makan saja natanya dan nyatanya saya sehat aja," jelas Danang saat ditemui di pabrik pengolahan nata de coco-nya di Sleman, Rabu (1/4/2014).

Bahkan Danang bisa jamin kebanyakan pengolahan nata de coco di Yogyakarta menggunakan pupuk ZA itu. Sebab dia bercerita awal muda berbisnis pengolahan nata de coco karena belajar dari temannya yang lebih dulu memulai.

"Sudah lumrah kok campur ZA untuk nata, di mana-mana kalau bikin nata ya pake ZA," papar Danang.

Sebelumnya pabrik nata de coco Danang digrebek Kepolisian Sleman. Karena Danang menggunakan bahan berbahaya untuk produk makanannya. Saat ini pabrik Danang berhenti beroperasi.

Kepolisian Sleman belum menetapkan Danang sebagai tersangka. Saat ini Danang masih berstatus sebagai saksi.

"Kami sudah meminta keterangan saksi ahli dari UGM. Kita mendapatkan hasil bahwa memang itu ada ZA yang digunakan untuk sari kelapa (nata de coco), tapi itu memang khusus ZA untuk makanan, bukan pupuk. Sementara kalau ini jelas pupuk tanaman dan kami juga sudah mengamankan pupuk yang untuk pembuatan ini," kata Kapolres Sleman Farid Zulkarnaen.

Farid menambahkan, pihaknya sudah meminta keterangan ahli dari Universitaa Gajah Mada terkait pembuatan nata de coco. Sebab sang pemilik pabrik mengaku pupuk yang digunakannya aman. Jika bahan pembuatan nata de coco itu terbukti berbahaya, Danang akan dijerat undang-undang pangan, UU perlindungan konsumen, serta penyalahgunaan pupuk bersubsidi. (Wita Ayodhyaputri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

Gawat! Nata De Coco Campur Bahan Pupuk, Pabriknya sudah Digerebek

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 19:03 WIB

Ini Cara Memilih Kikil dan Daging Bebas Formalin

Ini Cara Memilih Kikil dan Daging Bebas Formalin

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2015 | 06:02 WIB

BPOM: Beri Formalin ke Kikil Itu Kejahatan Luar Biasa

BPOM: Beri Formalin ke Kikil Itu Kejahatan Luar Biasa

News | Jum'at, 13 Maret 2015 | 05:45 WIB

Terkini

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 23:06 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:36 WIB

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

×