Esek-esek Online Itu Upgrading Metode, Ikuti Perkembangan Zaman

Siswanto, Firsta Nodia

Selasa, 14 April 2015 | 06:45 WIB
Esek-esek Online Itu Upgrading Metode, Ikuti Perkembangan Zaman
Ilustrasi PSK. (Shutterstocks)
Fenomena prostitusi esek-esek di media online kembali menyeruak dalam beberapa hari terakhir pascakasus pembunuhan tragis yang menimpa perempuan cantik bernama Deudeuh Alfisahrin atau yang dikenal dengan sebutan @tataa_chubby di dunia maya.

Dalam akun Twitter-nya, Dedeuh menyebutkan profil singkat "25 thn 168/65/34b/Putih.Open BO include room 350 sejam.include room/caps..." Di tulisan di Twitter, Deudeuh juga menyiratkan menawarkan diri untuk melayani orang yang ingin mengajak berkencan.

Menurut kacamata psikologi, fenomena prostitusi online sebenarnya bukan hal yang baru. Prostitusi, menurut psikolog Efnie Indrianie, sebenarnya sudah ada sejak zaman perang dunia atau bahkan kekaisaran Romawi Kuno. Hanya saja, metode pemasarannya kini berkembang melalui media sosial atau online.

"Karena kalau melalui media online atau jejaring sosial kan mudah dan murah, praktis. Tinggal mengaktifkan paket internet dari perangkat komunikasi itu sudah bisa memasarkan diri mereka," ungkap Efnie ketika dihubungi suara.com, Senin (13/4/2015).

Sayangnya, pengguna jejaring sosial tak hanya kaum dewasa, namun juga anak-anak dan remaja. Inilah yang harus menjadi perhatian utama para orangtua karena dikhawatirkan anak-anak sebagai pengguna media pertemanan terlalu dini mengenal bisnis esek-esek.

"Pemanfaatan teknologi kan dilakukan semua umur. Dari anak-anak biasanya mulai SD itu sudah kenal dan menggunakan Twitter serta Facebook, kalau penyaringan dan pendampingan kurang maka anak jadi semakin dini mengenal prostitusi," imbuh Efnie.

"Kalau seandainya dorongan seksual sudah muncul dan lalu dia mengenal prostitusi online terlalu dini maka seperti gayung bersambut. Mulanya penasaran, lalu bisa saja mencoba jasa yang ditawarkan," Efnie menambahkan.

Tapi, perkembangan teknologi yang mendorong bisnis esek-esek secara online tak bisa sepenuhnya disalahkan begitu saja. Prostitusi ini, kata dia, hanya menyesuaikan diri dengan metode promosi.

"Itu merupakan upgrading metode saja. Karena sekarang sudah ada perkembangan teknologi maka promosinya juga mengikuti tren melalui media sosial. Sekarang tinggal bagaimana pengguna medsos arif dan tepat dalam memanfaatkan teknologi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prostitusi Kian Canggih, Bahkan Bisa Booking Lewat Twitter

Prostitusi Kian Canggih, Bahkan Bisa Booking Lewat Twitter

News | Senin, 13 April 2015 | 16:34 WIB

Siapa Lelaki yang Bertengkar dengan Tata Chubby di Kamar Kos?

Siapa Lelaki yang Bertengkar dengan Tata Chubby di Kamar Kos?

News | Senin, 13 April 2015 | 14:32 WIB

Seperti Ini Masa Kecil Penghuni Kos Cantik Deudeuh "Tata Chubby"

Seperti Ini Masa Kecil Penghuni Kos Cantik Deudeuh "Tata Chubby"

News | Senin, 13 April 2015 | 14:07 WIB

Ungkapan Perasaan Deudeuh "Tata Chubby" di Hari-hari Terakhirnya

Ungkapan Perasaan Deudeuh "Tata Chubby" di Hari-hari Terakhirnya

News | Senin, 13 April 2015 | 13:11 WIB

Polisi Telusuri Nama-nama Tamu Kamar Kos Deudeuh "Tata Chubby"

Polisi Telusuri Nama-nama Tamu Kamar Kos Deudeuh "Tata Chubby"

News | Senin, 13 April 2015 | 12:22 WIB

Terkini

IHSG Akhir Pekan Ditutup Melesat ke Level 5.439, Ini Saham-saham Big Banks Penopang

IHSG Akhir Pekan Ditutup Melesat ke Level 5.439, Ini Saham-saham Big Banks Penopang

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Era Zero Click Mengancam Media, Audiens Dapat Informasi Tanpa Buka Situs Berita

Era Zero Click Mengancam Media, Audiens Dapat Informasi Tanpa Buka Situs Berita

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Komnas HAM Terima 2.700 Aduan Konflik Agraria, Bisakah BRAN yang Dipimpin Polisi Jadi Solusi?

Komnas HAM Terima 2.700 Aduan Konflik Agraria, Bisakah BRAN yang Dipimpin Polisi Jadi Solusi?

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional

Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Kisah Teresa, Eks Pramugari Maskapai Raksasa Divonis Kanker Otak Ganas di Usia 31

Kisah Teresa, Eks Pramugari Maskapai Raksasa Divonis Kanker Otak Ganas di Usia 31

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Sinopsis Clayface, Soroti Sejarah Kelam dari Musuh Klasik Batman

Sinopsis Clayface, Soroti Sejarah Kelam dari Musuh Klasik Batman

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Lenovo Tingkatkan Komputasi Ducati, Simulasi Motor Balap Lebih Cepat hingga 50 Persen

Lenovo Tingkatkan Komputasi Ducati, Simulasi Motor Balap Lebih Cepat hingga 50 Persen

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Kabur Usai Senggol Pemotor, Mobil Perwira TNI Dikejar dan Dirusak Massa di Lamongan

Kabur Usai Senggol Pemotor, Mobil Perwira TNI Dikejar dan Dirusak Massa di Lamongan

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis

Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:08 WIB

×