Ketua RT Tempat Deudeuh "Ngekos" Tak Masalah Jika Dicopot Ahok

Kamis, 16 April 2015 | 11:52 WIB
Ketua RT Tempat Deudeuh "Ngekos" Tak Masalah Jika Dicopot Ahok
Lokasi indekos Deudeuh Alfisahrin di Tebet, Jakarta Selatan. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)
Kuntjoro (57), Ketua RT 7/10 Tebet Timur, Jakarta Selatan, tempat di mana Deudeuh Alfisahrin (29) dibunuh di kamar indekosnya, di Jalan Tebet Utara, 15-C, Nomor 28, mengaku tidak masalah jika harus dicopot dari jabatannya.

Hal itu diutarakan Kuntjoro terutama setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan ancaman akan mencopot RT maupun RW, apabila tidak benar dalam melakukan pengawasan terhadap warganya.

"Kuncinya kan di RT, RW. Kalau ketahuan tidak bener, ya kita copot. Kan sudah ada Pergubnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, baru-baru ini.

Menanggapi hal itu, Kuntjoro mengaku tidak masalah. Malah sebaliknya, dia merasa justru bagus, karena dirinya tak perlu kerepotan lagi menjadi Ketua RT.

"Saya kalau dicopot (dari RT), kebeneran aja. Kan malah gak capek. Jadi warga aja. Saya rela dan gak masalah kok. Malah mau jadi warga biasa aja," ungkap Ketua RT 7/10 Kelurahan Tebet Timur itu, ketika ditemui Suara.com di kediamannya, Kamis (16/4/2015).

Kuntjoro menceritakan, dirinya sendiri menjadi Ketua RT lantaran hendak mengabdi kepada Indonesia. Bahkan walaupun dia mendapatkan gaji Rp1 juta per bulan, gaji itu pun menurutnya dipergunakan untuk keperluan warganya.

"Saya sebagai pengabdian aja (jadi Ketua RT). Kita gak mesti jadi RT. Ya, kan (kalau) gak jadi RT, kan juga bisa hidup bermasyarakat. Jadi RT saya gak ngajuin kayak di kota-kota yang pingin jadi RT. Kan warga yang milih," jelasnya.

"Saya gak masalah kalau dicopot. Gaji juga kan dari warga kembali ke warga. Tunjangan ada buat operasional, Rp1 juta dibayar tiga bulan sekali. Dipake kegiatan warga, buat konsumsi kalau setiap ada kegiatan," ujar Kuntjoro menambahkan.

Kuntjoro bahkan mengungkapkan jika warga di tempatnya tinggal tidak banyak yang berminat menjadi Ketua RT. Sementara itu, kalau pun nantinya harus diganti, dia meyakini belum tentu akan lebih baik penggantinya.

"Kalau emang diganti juga, belum tentu baik penggantinya. Apalagi di sini gak ada yang mau jadi RT warganya," tuturnya.

Seperti diberitakan, Deudeuh yang di akun Twitter-nya dikenal dengan nama @Tataa_chubby, ditemukan sudah tak bernyawa di dalam kamar indekosnya, pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 19.00 WIB. Dia dibunuh dengan cara dicekik, serta leher dijerat kabel dan mulutnya disumpal kaus kaki warna hitam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI