Hukuman Mati Bisa Jadi 'Bumerang' bagi Indonesia di KAA

Ardi Mandiri

Minggu, 26 April 2015 | 17:54 WIB
Hukuman Mati Bisa Jadi 'Bumerang' bagi Indonesia di KAA
Jokowi Buka Asian African Business Summit

Suara.com - Direktur Eksekutif Human Rights Working Group Rafendi Djamin mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan eksekusi mati para narapidana narkoba. Hal itu, menurutnya sangat bertolak belakang dengan pidato Jokowi dalam memperingati Konferensi Asia-Afrika ke-60, beberapa waktu lalu.

"Bagaimana kita menjadi poros kerja sama sementara kita tetap membenturkan diri dengan negara lain yang menginginkan agar eksekusi mati terhadap warganya tidak dilakukan," kata Rafendi  di kantornya di Gedung Jiwasraya, Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2015)

Menurutnya, penerapan hukuman mati oleh pemerintah tidak selaras dengan penghormatan terhadap hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB.

Dia juga menilai rencana eksekusi tersebut bisa menjadi bumerang pemerintah. Sebab, kata dia di beberapa negara pelaksanaan hukuman mati sudah tidak lagi diterapkan.

"Indonesia membenturkan diri dengan peradaban penegakan HAM dalam menghapus hukuman mati bisa menimbulkan efek jera. Ini seperti menampar muka sendiri sebagai suatu bangsa, walaupun masih banyak hukum yang lebih positif untuk menumbuhkan efek jera," kata dia.

Rafendi menambahkan, jika pemerintah tetap bersikeras melaksanakan hukuman mati kepada para terpidana, maka pidato Jokowi untuk membangun kerjasama dengan negera peserta KAA akan sia-sia. Karena menurutnya beberapa negara di Afrika saat ini telah meninggalkan penerapan hukuman mati.

"Di Afrika hukuman mati sudah mulai ditinggalkan, dan mereka mempunyai komisi HAM  khusus untuk mengawasi negara di Afrika yang masih menjalankan hukuman mati. Jadi Indonesia menjegal targetan yang dibuat sendiri," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Dianggap Ingkari Janji Soal Penghormatan HAM

Jokowi Dianggap Ingkari Janji Soal Penghormatan HAM

News | Minggu, 26 April 2015 | 17:38 WIB

Rencana Eksekusi 10 Terpidana, Jokowi Dituding Cari Dukungan

Rencana Eksekusi 10 Terpidana, Jokowi Dituding Cari Dukungan

News | Minggu, 26 April 2015 | 17:33 WIB

Eksekusi Serge Ditunda, Imparsial: Itu Bukan Intervensi Prancis

Eksekusi Serge Ditunda, Imparsial: Itu Bukan Intervensi Prancis

News | Minggu, 26 April 2015 | 17:08 WIB

Terpidana Rodrigo Ajukan PK Lagi, Ingin Buktikan Gangguan Jiwa

Terpidana Rodrigo Ajukan PK Lagi, Ingin Buktikan Gangguan Jiwa

News | Minggu, 26 April 2015 | 16:26 WIB

Terkini

Ada Kepala BPKH, 2 Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji Gus Yaqut

Ada Kepala BPKH, 2 Saksi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji Gus Yaqut

News | Senin, 21 September 2026 | 12:13 WIB

Jelajahi Karya Lokal, BRIZZI ARKIV Hadirkan Petualangan Seru di Blok M Hub

Jelajahi Karya Lokal, BRIZZI ARKIV Hadirkan Petualangan Seru di Blok M Hub

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 12:13 WIB

Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi

Jangan Asal Lahap! Perhatikan Bahaya Asam Domoat pada Kepiting dan Cumi-Cumi

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:06 WIB

Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah

Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah

News | Senin, 21 September 2026 | 12:06 WIB

Usai Dilantik Purbaya, Suahasil Juga Tunjuk Dirjen SPSK Herman Saheruddin Jadi Sekretaris KSSK

Usai Dilantik Purbaya, Suahasil Juga Tunjuk Dirjen SPSK Herman Saheruddin Jadi Sekretaris KSSK

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 12:06 WIB

Pelatih Thomas Dooley Minta Fans Bangladesh Realistis: Tidak Mudah Kalahkan Timnas Indonesia

Pelatih Thomas Dooley Minta Fans Bangladesh Realistis: Tidak Mudah Kalahkan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:05 WIB

Tiffany Young Blak-blakan di Konser Jakarta, Akui Grogi Bawakan Lagu Baru di Depan Fans

Tiffany Young Blak-blakan di Konser Jakarta, Akui Grogi Bawakan Lagu Baru di Depan Fans

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 12:04 WIB

Tanpa Antre Cas Lama: Toyota Siapkan Hilux Bertenaga Hidrogen, Rilis Kapan?

Tanpa Antre Cas Lama: Toyota Siapkan Hilux Bertenaga Hidrogen, Rilis Kapan?

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 12:02 WIB

26 Look Mahasiswa ESMOD di Fashion Nation, Bawa Eksplorasi Desain ke Panggung Mode

26 Look Mahasiswa ESMOD di Fashion Nation, Bawa Eksplorasi Desain ke Panggung Mode

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:02 WIB

Dari Jogja untuk Veda Pratama, Dukungan Menguat Jelang MotoGP Mandalika

Dari Jogja untuk Veda Pratama, Dukungan Menguat Jelang MotoGP Mandalika

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 12:02 WIB

×