Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

Siswanto, Firsta Nodia

Senin, 04 Mei 2015 | 16:28 WIB
Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK
Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi massa mendukung KPK, di ajang Car Free Fay (CFD), di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (8/2/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Peringatan May Day yang jatuh pada Jumat 1 Mei 2015 kemarin menyisakan duka mendalam di kalangan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Pasalnya, salah seorang teman mereka yang juga menjabat sebagai pengurus FSPMI, Sebastian Manuputi (32), meninggal dunia setelah membakar diri dan menjatuhkan diri dari atap stadion Gelora Bung Karno.

Kepergian Sebastian secara tragis tersebut pun menyisakan sepenggal tanda tanya mengenai motif bakar diri yang dilakukannya. Hubungannya dengan Samah, sang istri ditengarai baik-baik saja. Lantas apa yang mendorong Sebastian melakukan aksi nekat ini?

Sebelum meninggal, Sebastian sempat menuliskan status di akun Facebook pada 16.05 WIB atau beberapa menit sebelum menjatuhkan diri, yang berisi "lanjutkan perjuangan kaum buruh, tani & nelayan, aku bahagia melakukannya."

Psikolog Efnie Indriani menduga bahwa motif yang dilakukan Sebastian adalah untuk memperjuangkan nilai-nilai yang diadopsinya terkait dengan hak buruh.

"Kalau orang sudah sampai berani bunuh diri berarti ada value yang dia adopsi. Ada orang-orang tertentu yang kepribadiannya diwarnai oleh believe. Believe ini terbentuk dari nilai-nilai yang diadopsinya, yang akhirnya mendorong dirinya melakukan aksi nekat seperti bunuh diri," kata Efnie kepada Suara.com, Senin (4/5/2015).

Menurut sebuah survei, Efnie menambahkan ada 10 persen orang di dunia yang memiliki kepribadian untuk meyakini nilai-nilai yang dianutnya. Jika sudah merasuk ke alam bawah sadar, tak jarang orang yang termasuk dalam golongan ini melakukan segala upaya untuk memperjuangkannya.

"Dan biasanya sudah bisa sampai melakukan aksi nekat seperti itu, berarti nilai-nilai tersebut sudah betul-betul terinternalisasi ke dalam diri dia. Bisa saja dia berpikir, 'Aku mati seperti ini adalah pengorbanan yang hebat," imbuhnya.

Sebastian, menurut Efnie, bisa saja tak mempertimbangkan faktor istri dan masa depan keluarga ketika memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan aksi nekat.

"Pada 10 persen orang di dunia yang sangat menginternalisasi keyakinan mereka, itu efeknya bisa seperti terkena brain wash. Mereka tidak mempertimbangkan keluarga saya seperti apa, masa depan anak-anak saya seperti apa dampak jika melakukan itu apa," kata dia.

Koordinator Bidang Organisasi FSPMI Obon Tabroni yakin motif aktivis buruh dari perusahaan yang memproduksi minuman kemasan merk Ale-Ale itu bukan faktor keluarga.

"Kalau dari faktor keluarga, rasanya tidak ada sesuatu yang masalah. Soalnya pagi itu, masih biasa-biasa saja," kata Obon kepada Suara.com, Minggu (3/5/2015) malam.

Sebastian dan istrinya, Samah, selama ini ngontrak di Kampung Cikedokan Barat, Rt 1/2. Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Orang tuanya tinggal Jalan Pulo Sirih Utara Dalam 3, Blok DC, Nomor 93, RT 4/14, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kata Obon, Samah juga bekerja di Tirta Alam Segar.

"Almarhum belum punya anak, baru nikah sekitar setahun yang lalu," kata Obon.

Obon menduga motif aksi buruh PT Tirta Alam Segar di kawasan industri MM2100, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ialah ingin menjadi seorang martir perjuangan buruh.

"Kalau saya lihat, dia terlibat banyak memperjuangkan teman-temannya yang mengalami kecelakaan kerja, seperti ada temannya yang tangannya buntung, status kerja temannya enggak jelas, kontrak terus, kemudian temannya dirawat, tapi Jamsosteknya dipotong setelah dirawat. Dia intens perjuangkan itu," kata Obon.

Sebastian juga sangat gigih memperjuangkan hak buruh untuk mendapatkan kesejahteraan.

"Beberapa kali dia terlibat ikut memperjuangkan ke pemerintah, tapi tidak ada tanggapan. Kelihatan dia frustasi," kata Obon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Tak Jadi Gugat Buruh yang Rusak Aset Pemerintah

Ahok Tak Jadi Gugat Buruh yang Rusak Aset Pemerintah

News | Senin, 04 Mei 2015 | 12:44 WIB

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

News | Senin, 04 Mei 2015 | 10:41 WIB

Jadi Martir Perjuangan Buruh, Inikah Motif Sebastian Bakar Diri?

Jadi Martir Perjuangan Buruh, Inikah Motif Sebastian Bakar Diri?

News | Senin, 04 Mei 2015 | 07:04 WIB

Motif Buruh Tewas di May Day Terungkap, Polisi: Korban Bakar Diri

Motif Buruh Tewas di May Day Terungkap, Polisi: Korban Bakar Diri

News | Minggu, 03 Mei 2015 | 17:04 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×