Lulung Ungkap Awal Pengadaan UPS, Jokowi Disalahkan

Siswanto | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2015 | 17:34 WIB
Lulung Ungkap Awal Pengadaan UPS, Jokowi Disalahkan
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Haji Abraham Lunggana alias Lulung (batik coklat) penuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Kamis (30/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) membeberkan ihwal pengadaan kasus alat uninterruptible power supply untuk sekolah yang dianggarkan dalam APBD Perubahan 2014.

"Selama itu usulan dari eksekutif dibahas antara eksekutif dan legislatif (Komisi E). Disepakati bersama dalam paripurna itu ditanggungjawabkan bersama," kata Lulung di gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).

Menurut Lulung, pengadaan alat UPS pada tahun 2014 telah disepakati Gubernur DKI Jakarta (ketika itu dijabat Joko Widodo) dan Ketua DPRD DKI Jakarta ketika itu.

"Penanggungjawabnya bapak gubernur dan di sini pimpinan DPRD. Kalau kemudian ada hal-hal yang bisa merugikan anggaran belanja itu, itu nantinya terdapat lebih dahulu di eksekutif. Karena eksekutif adalah pengguna daripada anggaran belanja," kata Lulung.

"Kemudian anggaran belanja itu dibeli sebuah barang UPS tadi, dilelang, harus diperiksa. Karena SPD-nya, surat penyediaan dana tadi ditandatangani Sekda DKI bersama gubernur," Lulung menambahkan.

Politisi PPP menyalahkan Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta dan Sekertaris Daerah Saefullah yang menurutnya tidak mengecek terlebih dahulu sebelum menyetujui usulan pengadaan UPS.

"Harusnya Pak gubernur dan Sekda melihat UPS itu apakah ada pelanggaran mark up atau tidak. Kedua, apakah dibutuhkan sekolah-sekolah, ada evaluasinya apakah dibutuhkan," ujarnya.

Tak hanya itu, Lulung juga mempermasalahkan, pemenang tender UPS. Ketika itu, kata dia, juga tidak dicek apakah benar perusahaannya dan apakah perusahaan memiliki kantor yang jelas. Sebagaimana diketahui beberapa tempat pemenang tender UPS tidak jelas keberadaannya.

"Dilihat accountnya, rekeningnya, ada duit kagak, mampugak beli, baru dimenangkan. Jangan dulu dibuat SPD, karena yang menandatangani itu adalah orang yang bertanggungjawab. Kmudian ULP baru berani lelang setelah ada uangnya. Kalau gak ada uangnya dia kagak berani lelang," kata Lulung.

"Tuposki dewan membuat perda (peraturan daerah), menyelenggarakan hak budgeting usulan pemerintah, pengawasan, lelang itu kta tidak tahu. Pertimbangannya adalah gubernur dan sekda," Lulung menambahkan.

Untuk diketahui, kasus UPS semula dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan baru kemudian dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Dana pengadaan UPS dicurigai bocor lantaran harganya yang kelewat mahal. Dalam anggaran, satu unit UPS berharga Rp5,8 miliar, padahal, polisi menilai harga standarnya hanya Rp1,2 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka atas kasus korupsi pengadaan UPS, yakni Zaenal Soleman dan Alex Usman.

Lulung adalah salah seorang yang telah diperiksa Bareskrim untuk saksi tersangka Alex Usman. Ia diperiksa dalam kapasitas Ketua Komisi E pada tahun 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lulung Ditemui Banyak Anggota DPRD, Fahmi Sewot ke Wartawan

Lulung Ditemui Banyak Anggota DPRD, Fahmi Sewot ke Wartawan

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 15:39 WIB

Ketua DPRD: Banyak Pejabat DKI Terlibat Korupsi UPS

Ketua DPRD: Banyak Pejabat DKI Terlibat Korupsi UPS

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 13:20 WIB

Lulung di Kasus UPS, Taufik Klaim Kinerja DPRD Tak Terganggu

Lulung di Kasus UPS, Taufik Klaim Kinerja DPRD Tak Terganggu

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 12:17 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB