KSPI Tunggu Polisi Ungkap Motif Sebastian Bakar Diri di May Day

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 06 Mei 2015 | 15:28 WIB
KSPI Tunggu Polisi Ungkap Motif Sebastian Bakar Diri di May Day
Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi massa mendukung KPK, di ajang Car Free Fay (CFD), di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (8/2/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menghormati perjuangan almarhum Sebastian Manuputi (32).

Sebastian adalah buruh PT Tirta Alam Segar di kawasan industri MM2100, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wakil Sekretaris Bidang I Pendidikan Organisasi PUK PT Tirta Alam Segar itu bunuh diri dengan cara membakar diri dan menjatuhkan diri dari atap stadion Gelora Bung Karno tepat di hari peringatan May Day 1 April 2015.

“Kami hormati keyakinan Sebastian. Tetapi bukan berarti kemudian menjadi satu-satunya cara untuk mewujudkan perjuangan kaum buruh. Karena banyak cara lain yang bisa kita lakukan dan akan kita lakukan. Tetapi semangatnya terhadap keyakinannya itu pasti akan tumbuh subur dalam perjuangan kita,” kata Said saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).

Said juga mengatakan Sebastian tercatat sebagai anggota KSPI.

“Informasi yang saya dapatkan memang Sebastian adalah anggota KSPI itu sudah fix. Kita juga sudah datang ke rumahnya untuk berbelasungkawa dengan keluarga yang ditinggalkan,” kata Said.

Dengan tanpa mengurangi penghormatan, Said mengaku sebenarnya menyayangkan aksi Sebastian. Menurut dia, masih banyak cara untuk memperjuangkan hak buruh agar mendapatkan kesehteraan yang baik dan jaminan kesehatan yang baik.

“Sampai saat ini kami masih menunggu informasi dari pihak kepolisian tentang motif apa yang melatarbelakangi kematian Sebastian. Saya tidak mau spekulasi apapun dulu, kita harus tunggu dari kepolisian sebagai pihak yang berwajib,” kata dia.

Sementara itu, Federasi Serikat Buruh Metal cabang Bekasi bertekad untuk melanjutkan perjuangan almarhum dalam meningkatkan kesadaran perusahaan tentang pentingnya memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja.

Bagi rekan-rekan di FSPMI, Sebastian merupakan martir bagi perjuangan buruh.

"Kami gak mau dia mati sia-sia ini momentum bagi temen-temen untuk terus berjuang. Memperjuangkan kesadaran tentang pentingnya K3," kata Koordinator Bidang Organisasi FSPMI Obon Tabroni kepada suara.com, Senin (4/5/2015).

Rencananya, Kamis (7/5/2015) nanti, buruh yang tergabung di FSPMI akan unuk rasa ke kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi.

"Salah satu tuntutannya, kepala dinas dan pengawas dicopot karena tidak jalanin tugasnya dengan baik, tidak bisa menyelesaikan masalah K3," kata Obon.

Obon mengatakan selama ini Sebastian gigih memperjuangkan isu tersebut. Beberapa kali, Sebastian terlibat dalam aksi unjuk rasa untuk meminta pemerintah peduli pada nasib teman-temannya yang mengalami kecelakaan kerja.

"Teman Sebastian kecelakaan kerja, sampai tangannya buntung, dia memperjuangkan tentang K3, tapi tidak ditindaklanjuti. Pengawas Disnaker harusnya turun setelah mendapat laporan, tapi itu tidak dilakukan, tidak dijalankan," kata Obon. "Itu yang bikin dia frustrasi."

Sebastian dan istrinya, Samah, selama ini ngontrak di Kampung Cikedokan Barat, Rt 1/2. Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Orang tuanya tinggal Jalan Pulo Sirih Utara Dalam 3, Blok DC, Nomor 93, RT 4/14, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kata Obon, Samah juga bekerja di Tirta Alam Segar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 06:13 WIB

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:46 WIB

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:28 WIB

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

Aktivis FSPMI Bakar Diri, Ahok Punya Strategi Bantu Ekonomi Buruh

News | Senin, 04 Mei 2015 | 10:41 WIB

Jadi Martir Perjuangan Buruh, Inikah Motif Sebastian Bakar Diri?

Jadi Martir Perjuangan Buruh, Inikah Motif Sebastian Bakar Diri?

News | Senin, 04 Mei 2015 | 07:04 WIB

Survei Kebutuhan Hidup Layak Cacat Prosedur

Survei Kebutuhan Hidup Layak Cacat Prosedur

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2014 | 09:52 WIB

Terkini

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Kata-kata Menyayat Hati Menggema Saat Pastor di Ekuador Tewas Tertimpa Salib

Kata-kata Menyayat Hati Menggema Saat Pastor di Ekuador Tewas Tertimpa Salib

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:12 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Jogja | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:01 WIB

×