Kronologis Kecelakaan Maut Heli yang Ditumpangi Istri Dubes RI

Siswanto

Jum'at, 08 Mei 2015 | 20:14 WIB
Kronologis Kecelakaan Maut Heli  yang Ditumpangi Istri Dubes RI
Ilustrasi helikopter [Antara)

Suara.com - Bagaimana kronologis kecelakaan helikopter di Gilgit, Baltistan (utara Pakistan), Jumat (8/5/2015), yang menewaskan istri Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Heri Listyawati, beserta sejumlah penumpang lainnya?

Menurut pernyataan pers dari KBRI Islamabad yang diterima suara.com, awalnya Duta Besar Burhan Muhammad beserta Listyawati memenuhi undangan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam program Visit of Resident Ambassadors/High Commissioners to Gilgit-Baltistan.

Total peserta yang ikut dalam program tersebut berjumlah 57 orang (32 lelaki, 20 perempuan, dan lima anak) dengan rincian: 30 Kepala Perwakilan/Duta Besar dan sejumlah isteri Duta Besar beserta anak serta pejabat Pakistan.

Peserta program berangkat dari Nur Khan Airbase di Islamabad via pesawat pukul 08.30 waktu setempat menuju ke wilayah Gilgit-Baltistan dan tiba di Gilgit pukul 09.30 dan diterima oleh pihak pemerintahan Gilgit-Baltistan.

SJarak antara Islamabad-Gilgit sekitar 480 kilometer (satu jam via pesawat). Pada pukul 10.30 dengan menggunakan empat helikopter, rombongan melanjutkan perjalanan ke Naltar Valley yang masih di wilayah Gilgit-Baltistan.

Dalam perjalanan menuju Naltar Valley, sekitar pukul 12 siang waktu setempat diberitakan bahwa satu helikopter MI-17 dengan penumpang 17 orang mengalami crash landing.

KBRI Islamabad segera menghubungi pihak-pihak terkait termasuk secara langsung memberikan note verbal ke Kemlu Pakistan untuk mengonfirmasi berita jatuhnya helikopter tersebut dan mengetahui keselamatan Bapak Duta Besar beserta Ibu Dubes.

Atas dasar note verbal KBRI, secara informal Kemlu Pakistan membenarkan informasi peristiwa tersebut dan menyatakan Dubes RI mengalami luka-luka dan Listyawati meninggal dunia.

Saat ini Duta Besar RI dirawat di The Combined Military Hospital, Jutial, wilayah Gilgit-Baltistan (berjarak 30 kilometer dari tempat kejadian).

Mengenai jumlah keseluruhan korban dari peristiwa tersebut belum disampaikan secara resmi oleh Kemlu Pakistan. Penyebab jatuhnya helikopter juga belum dapat dipastikan baik oleh Kemlu Pakistan maupun pihak keamanan setempat.

Sampai sekarang, KBRI Islamabad terus berusaha, namun belum berhasil menghubungi Duta Besar. KBRI Islamabad secara intensif berkoordinasi dengan pihak setempat baik untuk pemulangan jenazah Listyawati maupun penanganan luka-luka Burhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Dubes RI Tewas di Pakistan, Menlu: Kami Turut Belasungkawa

Istri Dubes RI Tewas di Pakistan, Menlu: Kami Turut Belasungkawa

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 19:30 WIB

Istri Dubes RI di Pakistan Tewas Bersama Istri Dubes Malaysia

Istri Dubes RI di Pakistan Tewas Bersama Istri Dubes Malaysia

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 18:38 WIB

Istri Dubes RI di Pakistan yang Tewas Bernama Heri Listyawati

Istri Dubes RI di Pakistan yang Tewas Bernama Heri Listyawati

News | Jum'at, 08 Mei 2015 | 18:31 WIB

Terkini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

Amuk Si Jago Merah di Kebayoran Lama Hanguskan Rumah, 85 Personel Damkar Diturunkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:41 WIB

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Wajah Baru Harvest, dari Kue Perayaan hingga Roti dan Pastry untuk Menemani Keseharian

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 21:31 WIB

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Banjir Bandang Solok, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:24 WIB

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 21:06 WIB

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Voice Cloning: Modus Scam Baru yang Bikin Pejabat Pun Kena Tipu

Video | Selasa, 22 September 2026 | 21:05 WIB

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 21:04 WIB

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:51 WIB

×