Sejumlah Warga Siap Kembalikan Kakatua Jambul Kuning

Siswanto

Minggu, 10 Mei 2015 | 12:52 WIB
Sejumlah Warga Siap Kembalikan Kakatua Jambul Kuning
Ilustrasi burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea). [Shutterstock/CoolR]

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya prihatin dengan aksi penyelundupan satwa langka burung kakatua berjambul kuning.

"Save Jacob jambul kuning. Kenapa Jacob? Karena nama aslinya dari Maluku Tenggara itu orang sebutnya Jacob," ujar Siti baru-baru ini.

Menteri Siti mengapresiasi respons masyarakat untuk mendorong penyelamatan kakatua jambul kuning, bahkan sampai muncul tagar #savejambulkuning. Pemerintah pun membuka posko untuk menerima pengembalian kakatua jambul kuning dari masyarakat.

Salah satu posko, di antaranya di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Nomor 9, Jakarta Pusat.

Semenjak kasus penyelundupan kakatua jambul kuning terungkap beberapa waktu yang lalu, Kantor BKSDA DKI Jakarta menerima banyak telepon dari masyarakat.

Menurut petugas keamanan Kantor BKSDA DKI Jakarta, Ardian, ada beberapa anggota yang menelepon agar satwanya diambil untuk kemudian dikembalikan ke habitatnya.

"Ada juga yang ingin menyerahkan sendiri satwanya," kata Ardian kepada suara.com.

Namun, mengenai berapa jumlah orang yang bersedia mengembalikan kakatua jambul kuning, Ardian belum dapat memastikannya.

Ardian mengapresiasi masyarakat yang memiliki kesadaran mengembalikan satwa langkah ke petugas untuk kemudian dilepasliarkan lagi.

Menurut Ardian mestinya masyarakat dewasa sudah tahu tentang satwa langka, apalagi banyak media, khususnya internet, yang membahasnya.

"Dengan adanya posko pengembalian satwa seperti sekarang, ini sekaligus untuk sosialisasi agar masyarakat tahu bahwa kakatua jambul kuning ini dilindungi. Kan media banyak, Facebook, internet, sebetulnya masyarakat sudah tahu, harusnya," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas polisi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan ekor kakatua jambul kuning lewat bea cukai di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kakatua yang hendak dijual dengan harga sekitar Rp13 juta disimpan di dalam botol air minum mineral plastik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:06 WIB

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:04 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:02 WIB