Angklung Jadi Media Pemersatu di Festival Australia

Kamis, 14 Mei 2015 | 10:41 WIB
Angklung Jadi Media Pemersatu di Festival Australia
Suasana Festival Flinders University Multicultural. (Siti Maesaroh)

Suara.com - Festival Flinders University Multicultural menghangatkan Adelaide, Australia Selatan. Di sana terdengar alunan angklung, musik tradisional khas Tanah Pasundan.

Festival itu digelar sejak, Rabu (13/5/2015) kemarin sampai Jumat (15/5/2015) besok. Festival itu dihadiri mahasiswa serta akademisi dari berbagai latar belakang bangsa dan budaya.

Puluhan peserta antusias memainkan angklung dengan lagu Australia, Waltzing Matilda. Mereka main tidak sembangan. Pimpinan grup Adelindo Angklung Ferry Chandra memandu mereka. Mereka juga bermain 'Madu dan Racun' dan 'We Are The Champions'.

Festival itu diselenggarakan Flinders University Student Association (FUSA), Adelindo Angklung yang bermarkas di Adelaide Australia Selatan. Madu dan Racun sampai We Are The Champions.

“Cantik, harmonis, dan saya langsung jatuh cinta pada angklung,” kata Soira Tamang, mahasiswi berkebangsaan Bhutan.

Soira yang mengaku baru pertama kali memegang angklung merasa sangat beruntung. Sebab Adelindo Angklung membagikan gratis ratusan angklung kepada para pengunjung festival multikultural di kampus Flinders untuk memainkannya secara langsung.

Peserta lainnya, Shizuka Nakagawa yang mengenakan baju khas Jepangnya tidak bisa menyembunyikan kekaguman. "Amazing! Saya bahagia luar biasa bisa bersama-sama teman dan mahasiswa lainnya memainkan alat musik dari bambu ini," kata dia.

Panitia Festival itu, Siti Maesaroh mengatakan angklung menjadi media yang sangat efektif untuk mempertemukan para pelajar internasional dengan keragaman bangsa, budaya, dan agamanya.

"Festival ini sebagai jembatan dan ruang bersama untuk bertemu dan saling berinteraksi sehingga bisa mengenal dekat dan menghormati satu sama lainnya." kata Siti Maesaroh dalam pernyataan persnya, Kamis (14/5/2015).

Perempuan yang akrab disapa Site itu menjelaskan festival kali dihadiri para pelajar Flinders dari Australia, Asia, Afrika, Eropa dan Amerika mendemonstrasikan kekhasan budayanya masing-masing. Bukan hanya musik dan nyanyian, beragam jenis tarian, permainan, dan makanan masing-masing negara juga ditampilkan.

“Dalam kesempatan yang sama. Selama tiga hari perwakilan Indonesia selain menampilkan angklung juga tari Bali, Saman, Yospan, Tor Tor, Jaipong, rebana, dan pencak silat. Rupa-rupa makanan Indonesia seperti rendang, bakso, bakwan, risol, dan sebagainya dijajakan pula," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI