Panik dan Takut, Penemu Beras Plastik Minta Bantuan LBH

Siswanto

Rabu, 20 Mei 2015 | 12:59 WIB
Panik dan Takut, Penemu Beras Plastik Minta Bantuan LBH
Ilustrasi beras [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Karena panik dan takut, Dewi Septiani, penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menemukan beras yang diduga mengandung plastik, ingin minta bantuan lembaga bantuan hukum.

"Tadi malam saya contact beberapa wartawan minta informasi kontak LBH. Saya butuh perlindungan. Jangan sampai saya malah yang disudutkan," kata Dewi kepada suara.com, Rabu (20/5/2015).

Ibu dari tiga anak ini merasa panik dan takut setelah kemarin, Selasa (19/5/2015), diperiksa anggota Polsek Bantargebang terkait beras yang ditemukannya. Semula, ia mendapat informasi akan dimintai keterangan sebentar, tapi ternyata dari jam 13.00 WIB sampai jam 21.30 WIB dan ternyata statusnya menjadi pelapor. Selain itu, alat komunikasi yang digunakannya untuk mengunggah gambar beras ke Instagram dan Facebook juga disita polisi.

Dewi ingin berdiskusi dengan lembaga bantuan hukum yang bisa mengerti duduk masalahnya.

"Saya mau diskusi. Jangan sampai ada laporan-laporan kesalahpahaman lagi. Sayanya yang jadi bingung juga. Saya butuh perlindungan," kata Dewi. "Saya ingin hubungi LBH, diskusi gimana baiknya, agar jangan salah langkah. Saya butuh tempat sandaran. Jangan sampai saya jadi korbannya."

Dewi tidak menyangka kondisinya akan seperti sekarang setelah dimintai keterangan polisi. Ia menjadi tidak tenang dan sangat khawatir keadaannya akan mengganggu anak-anaknya. Padahal, kata dia, waktu mengunggah informasi tentang beras ke Instagram, dia hanya berniat untuk berbagi dengan orang lain, sama sekali tidak ada niat untuk menuduh.

"Saya benar-benar sendiri. Saya minta kepada pihak wartawan, tolong dibantu saya butuh perlindungan karena saya tidak tahu mesti gimana, kecuali doa," katanya.

Pertamakali Dewi menemukan beras yang diduga mengandung bahan plastik itu pada tanggal 13 Mei 2015. Waktu itu, ia membeli enam liter beras di toko langganan seharga Rp8.000 per liter. Ia merasa aneh setelah beras itu diolah menjadi bubur.

Kasus ini telah menyedot perhatian banyak pihak, apalagi terjadi menjelang bulan puasa. Sampel beras yang diduga palsu, sekarang sedang diteliti oleh pihak berwenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

Beredar Beras Plastik, Pedagang: Pemerintah Kecolongan Terus

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:34 WIB

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Penasaran Lihat Beras Plastik

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:41 WIB

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

Tanggapi Beras Plastik, Djarot: Kurang Ajar, Bisa Bunuh Orang Itu

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 11:32 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×