Terbukti Beras Plastik, Wali Kota Bekasi Lapor Provinsi dan Pusat

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2015 | 11:04 WIB
Terbukti Beras Plastik, Wali Kota Bekasi Lapor Provinsi dan Pusat
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyayangkan beras yang mengandung bahan kimia bisa masuk di daerahnya. Setelah mendapatkan hasil penelitian Laboratorium Sucofindo, Kamis (21/5/2015), Pemerintah Kota Bekasi akan segera melapor ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan dan Gubernur Jawa Barat.

"Ya, langkah-langkah yang akan kita ambil adalah melaporkan kepada Gubernur, Kemendagri dan juga ke Kementerian Perdagangan," kata Rahmat di kantor Wali Kota Bekasi.

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi dan aparat akan melanjutkan penelusuran ke lapangan, terutama ke pedagang beras.

"Dan saya sudah instruksikan kemarin untuk terus lakukan investigasi semua pedagang beras, namun hingga saat ini belum ada di tempat lain. Ke depannya akan kita lanjutkan untuk lakukan investigasi," kata Rahmat.

Sementara terkait, unsur pidana dalam kasus ini, Rahmat menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian Resort Kota Bekasi dan kejaksaan.

"Unsur pidananya, di sini ada kepolisian dan kejaksaan, itu kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik dan pihak kejaksaan," kata Rahmat.

Menurut Rahmat orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini ialah penjual beras.

Sebelumnya diberitakan, hasil pengujian Laboratorium Sucofindo membuktikan beras mencurigakan yang ditemukan warga di Kota Bekasi, benar-benar beras palsu alias beras plastik.

"Setelah kami melakukan identifikasi fisik, kemudian kami lakukan identifikasi lebih lanjut, dan ini diketemukan ada suspect, dalam arti ada senyawa lain di luar komponen beras, kemudian kami lakukan pengujian lagi, kami scrining dulu dengan alat spectro infrared, untuk melihat apakah ada unsur polimer, dan hasilnya terdapat komponen yang sangat identik dengan senyawa Polimer Chlorida, yang digunakan untuk pembuatan pipa, kabel, dan kebanyakan untuk kebutuhan industri," kata Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adisam ZN, di kantor Wali Kota Bekasi.

Beras yang diteliti laboratorium diambil bersama jajaran Pemerintahan Kota Bekasi dan polisi dari agen penjual beras dan toko bubur milik Dewi Septiani di Mutiara Gading, Bekasi Timur.

Adisam mengatakan pemeriksaan dilakukan secara teliti. Pemeriksaan juga dilakukan dengan menggunakan identifikasi kandung plasticer plastik. Proses ini menggunakan alat yang sangat sensitif.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapat tiga senyawa yang terdapat dalam beras, yakni senyawa BBB (Benzyl Butyl Phtalate), DEHP (Bis 2-ethylhexyl Phtalate), dan DINP (Diisononyl Phtalate).

Tiga senyawa tersebut, katanya, biasa digunakan untuk pelembut atau pelentur pipa agar tidak kaku.

"Kemudian kami identifikasi lagi, apakah ada senyawa lain, kami gunakan lagi dengan alat lebih sensitif, ada senyawa apa saja, hasilnya diketemukan karakteristik, tiga senyawa di atas yang umumnya digunakan plasticer atau pelembut, agar kabel atau pipa mudah dibentuk agar tidak kaku bahwa sampel beras ini ada tambahan senyawa dari luar," katanya.

Dengan melihat kandungan dalam beras, katanya, kalau dikonsumsi beras tersebut sangat berpengaruh bagi organ tubuh manusia. Dalam jangka pendek akan menyebabkan terjadinya sakit perut, sedangkan dalam jangka panjang akan menimbulkan kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beras yang Ditemukan di Kota Bekasi Terbukti Beras Plastik

Beras yang Ditemukan di Kota Bekasi Terbukti Beras Plastik

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 10:47 WIB

Beras Plastik Disinyalir Sudah Masuk Riau

Beras Plastik Disinyalir Sudah Masuk Riau

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 02:48 WIB

Beredar Beras Plastik, Pedagang Pasar Besar Ngawi Rugi

Beredar Beras Plastik, Pedagang Pasar Besar Ngawi Rugi

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 19:43 WIB

Menteri Gobel Duga Beras Plastik yang Beredar Hasil Selundupan

Menteri Gobel Duga Beras Plastik yang Beredar Hasil Selundupan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2015 | 19:38 WIB

Peredaran Beras Plastik Dijamin Tak Tembus Pasar Induk Cipinang

Peredaran Beras Plastik Dijamin Tak Tembus Pasar Induk Cipinang

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 06:13 WIB

Polisi Tes Beras Plastik di Bekasi Dengan Cara Dibakar

Polisi Tes Beras Plastik di Bekasi Dengan Cara Dibakar

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 16:01 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB