Presiden Filipina Samakan Cina dengan Rezim Nazi Jerman

Liberty Jemadu

Rabu, 03 Juni 2015 | 16:42 WIB
Presiden Filipina Samakan Cina dengan Rezim Nazi Jerman
Foto intelijen Angkatan Laut AS menunjukkan kapal-kalap Cina sedang bekerja membangun pulau buatan di Laut Cina Selatan, yang masih disengketakan (Reuters/US Navy).

Suara.com - Presiden Filipina, Benigno Aquino, kembali membandingkan pemerintah Cina dengan rezim Nazi Jerman di era sebelum Perang Dunia II. Menurut dia baik pemerintah komunis Cina saat ini dan Nazi Jerman di bawah Hitler sama-sama menerapkan kebijakan ekspanionisme.

Aquino, yang sedang berada di Jepang dan diperkirakan akan menyepakati perjanjian kerja sama pertahanan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, mendesak Beijing untuk mempertimbangkan kembali proyek pembangunan pulau buatan di wilayah lautan yang sedang disengketakan antara negara-negara Asia Tenggara.

Dalam beberapa tahun terakhir Cina secara terang-terangan menunjukkan kedigdayaannya di Laut Cina Selatan. Negara itu membangun beberapa pulau buatan di wilayah perairan yang masih diperebutkan oleh beberapa negara Asia Tenggara, seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darusallam.

Berbicara dalam sebuah diskusi yang digelar oleh surat kabar bisnis terkemuka Jepang, Nikkei, Aquino mengatakan bahwa Amerika Serikat memainkan peran kunci dalam "menyeimbangkan kembali" Asia dan langkah-langkah maritim Cina. Ia membandingkannya dengan ekspansi teritorial Nazi Jerman, yang belakangan memantik Perang Dunia II.

"Jika ada kekosongan kekuatan, (dan) jika Amerika Serikat, yang adalah superpower, mengatakan 'Kami tidak tertarik', mungkin tidak akan ada rem yang menghentikan ambiisi negara-negara lain," kata Aquino dalam diskusi itu.

Ia kemudian mengenang sebuah film dokumenter tentang ekspansi Jerman sebelum Perang Dunia II. Dalam film itu narator bercerita tentang tak adanya satu pun kekuatan di Eropa dan Dunia yang mengambil langkah untuk menghentikan ambisi Adolf Hitler, Kanselir Jerman ketika itu.

"Komentator dalam film itu mengatakan, 'Jika ada satu orang (pemimpin) saja yang mengatakan agar Hitler berhenti, atau kepada Jerman untuk berhenti, mungkin kita bisa menghindari Perang Dunia II'," beber Aquino.

Tahun lalu Aquino membuat komentar serupa. Ketika itu Beijing sangat marah dan mengecap komentar Aquino sebagai "kurang ajar dan tidak masuk akal sama sekali."

Presiden Filipina, dalam kesempatan yang sama, mengatakan pembangungan pulau-pulau di Laut Cina Selatan tampaknya melanggar perjanjian internasional.

Cina dan 10 anggota ASEAN, termasuk Indonesia, pada 2002 menandatangani sebuah perjanjian yang melarang kesebelas negara itu menguasai dan mendirikan bangunan di kawasan pulau karang di Laut Cina Selatan.

Selama kunjungan kenegaraan di Tokyo, Aquino tampaknya akan menyepakati perjanjian kerja sama militer dengan Jepang. Ia diperkirakan akan sepakat untuk bekerja sama dalam transfer peralatan dan teknologi militer dengan Jepang.

Jepang dalam beberapa tahun terakhir memang gencar menggandeng negara-negara Asia Tenggara dalam kerja sama pertahanan, untuk membendung ambisi maritim Cina di kawasan Asia. Jepang sudah menandatangani kesepakatan serupa dengan AS, Inggris, Australia, dan Prancis.

Jepang tak punya urusan sengketa dengan Laut Cina Selatan, tetapi negara kepulauan itu sedang berebut beberapa pulau kecil dengan Cina di kawasan Laut Cina Timur. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jepang Kritik Cina Bangun Pulau di Laut Cina Selatan

Jepang Kritik Cina Bangun Pulau di Laut Cina Selatan

News | Sabtu, 30 Mei 2015 | 10:05 WIB

Cina Akan Bangun 1.043 Proyek Senilai Rp4.190 Triliun

Cina Akan Bangun 1.043 Proyek Senilai Rp4.190 Triliun

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 07:10 WIB

2 Kapal Perang Perancis di Cina Bikin Jepang Gemetar

2 Kapal Perang Perancis di Cina Bikin Jepang Gemetar

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 13:23 WIB

Cina Anjurkan Warganya Tidak Berkunjung ke Vietnam

Cina Anjurkan Warganya Tidak Berkunjung ke Vietnam

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 12:37 WIB

Kerusuhan Anti-Cina di Vietnam, 21 Orang Tewas

Kerusuhan Anti-Cina di Vietnam, 21 Orang Tewas

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 11:50 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×