Tanda Ini yang Membuat Polisi Yakin Pembunuh Akseyna Satu Orang

Siswanto

Minggu, 07 Juni 2015 | 15:25 WIB
Tanda Ini yang Membuat Polisi Yakin Pembunuh Akseyna Satu Orang
Ilustrasi jenazah. [Shutterstock]

Suara.com - Pembunuh mahasiswa jurusan biologi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Aksyena Ahad Dori (18), diduga hanya satu orang. Jenazah mahasiswa jurusan biologi tersebut ditemukan tak bernyawa di Danau Universitas Indonesia, Depok, pada 28 Maret 2015.

"Kemungkinan pelaku tunggal. Tapi, tidak tertutup kemungkinan, lebih dari satu orang," kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Purbaya kepada Suara.com, Minggu (7/6/2015).

Indikasi Akseyna dibunuh oleh satu pelaku, kata Purbaya, terlihat dari tumit sepatu korban yang tergores. Goresan ini, kata Purbaya, kemungkinan akibat korban diseret pelaku dari suatu tempat ke dalam danau.

"Kalau pelakunya lebih dari satu orang, tentu korban digotong. Kalau digotong tidak terjadi luka di sepatunya. Jadi, ada indikasi pelakunya sendiri dan menyeret korbannya," kata Purbaya.

Namun, kata Purbaya, sejauh ini penyidik belum membuat kesimpulan atas kasus Akseyna.

"Penyidikan akan dilakukan sampai semua terungkap," katanya.

Semula Akseyna diduga meninggal karena bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di danau, namun polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang kemudian mementahkan dugaan awal.

Kejanggalan yang ditemukan polisi, di antaranya danau tempat Akseyna ditemukan dangkal.

"Danau yang ada di UI itu tidak dalam sehingga kalau orang sengaja ingin menenggelamkan diri kan menjadi susah," katanya.

Indikasi lainnya, di dalam tas ransel korban terdapat batu dan tasnya tidak diikat mati.

"Secara psikologis, kalau orang mau bunuh diri, mengingatkan tas ke badan dengan ikat mati, ini ternyata tidak," katanya. "Biasanya, orang mau bunuh diri semua dipersiapkan."

Indikasi berikutnya ialah terdapat bekas luka benda tumpul di wajah Akseyna.

"Ini indikasi sebelum meninggal dunia ada kekerasan," kata Purbaya.

Selain itu, kata Purbaya, ada goresan di sepatu korban. Ini mengindikasikan Akseyna diseret-seret oleh pelaku.

"Kemudian hasil autopsi, ketika dia dimasukkan ke danau itu masih hidup. Dalam arti dia pingsan.

Sejauh ini, polisi belum berhasil mengenali pelaku. Tapi, tim penyidik sekarang sedang bekerja keras mencarinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Enam Bukti Skenario Pembunuhan Mahasiswa Biologi UI

Enam Bukti Skenario Pembunuhan Mahasiswa Biologi UI

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 18:18 WIB

Siapa Pembunuh Akseyna Ahad Dori?

Siapa Pembunuh Akseyna Ahad Dori?

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 16:00 WIB

Polisi Telusuri Surat Wasiat Mahasiswa UI

Polisi Telusuri Surat Wasiat Mahasiswa UI

News | Rabu, 03 Juni 2015 | 20:20 WIB

Polisi: Belum Ada TSK Kasus Kematian Akseyna

Polisi: Belum Ada TSK Kasus Kematian Akseyna

News | Rabu, 03 Juni 2015 | 11:53 WIB

Sebab Kematian Mahasiswa Biologi UI Masih Misterius

Sebab Kematian Mahasiswa Biologi UI Masih Misterius

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 17:57 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×