Partai Kurdi Gagalkan Ambisi Erdogan Kuasai Suara Mayoritas

Liberty Jemadu

Senin, 08 Juni 2015 | 08:00 WIB
Partai Kurdi Gagalkan Ambisi Erdogan Kuasai Suara Mayoritas
Selahattin Demirtas, salah satu ketua Partai Demokratis Rakyat, merayakan keberhasilannya merebut kursi di parlemen Turki, di Istanbul, Minggu (7/6) [Reuters/Murad Sezer].

Suara.com - Ambisi Presiden Turki, Tayyip Erdogan, untuk merebut kekuasaan absolut di pemerintahan kandas setelah Partai AK yang didirikannya gagal merebut suara mayoritas di parlemen untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Erdogan sebelumnya berharap kemenangan telah Partai AK akan memuluskan jalannya untuk mengubah konstitusi dan menciptakan sistem tata negara baru, beralih dari sistem parlementer dan mencontek sistem presidensial seperti di Amerika Serikat. Untuk mewujudkan itu Erdogan harus memenangkan dua pertiga kursi di parlemen.

Tetapi dengan kegagalan di pemilihan umum ini, Partai AK dipaksa, untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, menjalin koalisi dengan partai lain.

Setelah 98 persen suara dihitung pada Minggu (7/6/2015), diketahui bahwa partai AK memenangkan 40,8 persen suara, turun dari 49,8 persen pada pemilihan 2011.

"Semua orang harus melihat bahwa Partai AK adalah pemenang dan pemimpin dalam pemilihan umum ini," kata Perdana Menteri Ahmet Davutoglu, pemimpin Partai AK, dalam pidato kemenangan di Ankara.

Yang paling berbahagia dari pemilu Turki kali ini adalah Partai Demokratis Rakyat yang pro Kurdi (HDP). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, HDP berhasil melampui ambang batas 10 persen suara di pemilu dan menempatkan perwakilannya di kursi parlemen.

Hasil perhitungan awal menunjukkan bahwa HDP merebut 13 persen suara dan pemimpin partai itu, Selahattin Demirtas, langsung menutup kemungkinan bekerja sama dengan Partai AK untuk mengubah konstitusi.

"Pembicaraan untuk mengubah presiden menjadi lembaga eksekutif dan diktator harus berakhi," kata Demirtas dalam konferensi pers di Istanbul, yang menyebut keberhasilan partainya sebagai kemenangan bagi "mereka yang merindukan konstitusi sipil baru dan para pluralis."

Raihan suara yang diperoleh HDP menunjukkan bahwa popularitasnya sudah melampui komunitas nasionalis Kurid dan sudah bisa diterima oleh kelompok sekuler yang tak menyukai kebijakan Islamis Erdogan.

Selain HDP, suara terbanyak kedua dalam pemilu Turki diraih oleh Partai Rakyat Republik (CHP). Partai beraliran sekuler ini diperkirakan meraih seperempat dari total suara di parlemen.

Murat Karayalcin, salah satu elit CHP, mengatakan hasil perhitungan suara telah menunjukkan bahwa ambisi Erdogan untuk mengubah sistem parlementel ke presidensial tidak diterima oleh mayoritas warga Turki.

Adapun Partai Pergerakan Nasional meraih 16 persen suara dan diperkirakan akan menjadi kandidat utama mitra koalisi Erdogan. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Negara Ini Dituduh Pemasok Senjata ke Pemberontak Suriah

Negara Ini Dituduh Pemasok Senjata ke Pemberontak Suriah

News | Sabtu, 30 Mei 2015 | 04:30 WIB

Erdogan Menangi Pemilihan Presiden Turki, Rival Ucapkan Selamat

Erdogan Menangi Pemilihan Presiden Turki, Rival Ucapkan Selamat

News | Senin, 11 Agustus 2014 | 03:27 WIB

Akhirnya, Turki Cabut Pemblokiran YouTube

Akhirnya, Turki Cabut Pemblokiran YouTube

Tekno | Rabu, 04 Juni 2014 | 18:24 WIB

Terkini

GJLS Kembali ke Layar Lebar Lewat Film GJLS: Berapi-Api

GJLS Kembali ke Layar Lebar Lewat Film GJLS: Berapi-Api

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:38 WIB

Prabowo Apresiasi Perluasan Akses Keuangan hingga ke Seluruh Daerah

Prabowo Apresiasi Perluasan Akses Keuangan hingga ke Seluruh Daerah

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden

Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:34 WIB

Tak Punya Ahli IT, Media Daerah Ini Manfaatkan AI untuk Bikin Platform Pantau Iklim

Tak Punya Ahli IT, Media Daerah Ini Manfaatkan AI untuk Bikin Platform Pantau Iklim

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Naturalisasi Taisei Marukawa Selangkah Lagi Beres, Vietnam Mulai Ketar-ketir

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Wamensos Dukung Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Hulu Sungai Utara

Wamensos Dukung Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Hulu Sungai Utara

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Cara Menata Dapur Open Space Menyatu dengan Ruang Tamu Menurut Feng Shui

Cara Menata Dapur Open Space Menyatu dengan Ruang Tamu Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Fitur Canggih Ini Bikin Aki Yamaha NMAX Rajin Tekor: Mending Dicabut Saja?

Fitur Canggih Ini Bikin Aki Yamaha NMAX Rajin Tekor: Mending Dicabut Saja?

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB

7 Zodiak yang Diprediksi Ketemu Jodoh dan Menikah di Akhir Tahun 2026

7 Zodiak yang Diprediksi Ketemu Jodoh dan Menikah di Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

Prabowo Bentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:14 WIB

×