Polisi: Margaret Kenal AA di Pusat Perbelanjaan di Denpasar

Arsito Hidayatullah

Rabu, 17 Juni 2015 | 11:12 WIB
Polisi: Margaret Kenal AA di Pusat Perbelanjaan di Denpasar
Margaret saat awal terungkapnya kasus pembunuhan Angeline (11/6/2015). [Suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Margriet Christina Megawe alias Margaret, tersangka penelantaran anak, selama ini diduga memiliki hubungan dekat dengan lelaki berinisial AA. Diketahui, AA sendiri sejauh ini diduga adalah eksekutor pembunuhan anak angkat Margaret, Engeline Margriet Megawe (Angeline).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hery Wiyanto mengatakan, Margaret mengenal AA di sebuah pusat perbelanjaan di Denpasar yaitu Lotte Mart. Pada saat itu menurutnya, AA-lah yang membawa barang-barang ke mobil Margaret, usai berbelanja di Lotte Mart Denpasar.

"Saat itu, ibu M minta dicarikan pembantu untuk mengurus ternak ayamnya," jelas Hery, di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (16/6/2015).

Hery mengatakan, setelah pertemuan itu, AA pun akhirnya membawa Agus, tersangka pembunuhan Angeline, kepada Margaret. Sayangnya, Hery mengaku tidak tahu sejak kapan tepatnya AA mengenal Margaret.

"Satu minggu setelah AA ketemu dengan M, si Agus dibawa ke rumahnya ibu Margaret di Jalan Sedap Malam," paparnya.

Hery membantah kabar jika AA ini adalah sopir pribadi Margaret. Selama ini, AA memang disebut-sebut sebagai sopir Margaret, bahkan disebut menjadi tangan kanan dari janda bule Amerika Serikat tersebut.

"Tidak, AA bukan sopirnya Margaret," tegas Hery.

Hery menambahkan, hingga saat ini AA masih dijadikan sebagai saksi atas pembunuhan Angeline yang terkenal pendiam itu. Diketahui, AA sempat dites dengan lie detector pada Senin (15/6) di Polresta Denpasar, setelah berstatus saksi sejak Sabtu (13/6) lalu.

"AA masih sebatas saksi pembunuhan saja," ujar Hery pula.

Sejauh ini, dari hasil pengakuan tersangka Agus, dia menjadi pembantu Margaret sejak 23 April hingga 25 Mei 2015 lalu. Sementara, Angeline sempat dilaporkan menghilang sejak 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya. Nyatanya, pada bocah 10 Juni lalu, bocah berparas cantik itu ditemukan dalam keadaan mengenaskan, sudah tewas dan dikubur di rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar.

Berdasarkan hasil otopsi, kematian Angeline akibat ada benturan keras di kepalanya. Belakangan, Angeline diketahui tidak hanya menjadi korban pembunuhan saja, tetapi juga diduga menjadi korban pelecehan seksual yang telah dilakukan oleh Agus.

Hingga saat ini, Margaret sendiri masih berstatus tersangka oleh Polda Bali atas kasus penelantaran anak terhadap Angeline. Margaret diketahui mengangkat Angeline sebagai anak sejak berusia tiga hari, pada 2007 lalu, dari pasangan orangtua Rosidi dan Hamidah.

Pada Selasa (16/6) kemarin, sekitar pukul 15.40 Wita, setelah serangkaian proses otopsi dan penyidikan polisi, jenazah Angeline pun akhirnya dibawa pulang ke Banyuwangi, daerah asal orangtua kandungnya, untuk dimakamkan. [Luh Wayanti]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Margaret Pecat Pengacaranya

Margaret Pecat Pengacaranya

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 05:46 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×