Solo Gagal Angkat Para Pemain Wayang Orang Jadi PNS

Siswanto

Rabu, 24 Juni 2015 | 14:52 WIB
Solo Gagal Angkat Para Pemain Wayang Orang Jadi PNS
Ilustrasi wayang orang (Dok. Galeri Indonesia Kaya)

Suara.com - Tak selamanya niat baik mendapat sambutan baik pula, hal itu dirasakan benar Pemerintah Kota Solo dalam upaya melestarikan kesenian wayang orang. Seperti niat mengangkat para pemain wayang orang menjadi pegawai negeri sipil ternyata tak direstui Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Wali Kota Solo F. X. Hadi Rudyatmo mengatakan niatan mengangkat pemain wayang orang menjadi PNS bukan tanpa tujuan. Tujuan utamanya ialah untuk memastikan proses regenerasi pemain, mengingat saat ini banyak siswa di bidang seni tari, karawitan, seni rupa, dan topeng yang akhirnya memilih pekerjaan non seniman karena tidak ada jaminan masa tua.

“Kita sudah mengajukan ke Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar beri formasi untuk rekrutmen CPNS Aparatur Sipil Negara di bidang kesenian dan kebudayaan. Tapi ternyata tidak disetujui, karena bukan prioritas. Padahal, keberadaan mereka ini masuk dalam kategori langka. Karena tidak semua orang bisa bermain wayang orang,” tuturnya.

Lelaki yang akrab disapa Rudy tersebut mengaku tidak habis pikir dengan penolakan pemerintah pusat. Sebab, kalaupun bagi daerah lain keberadaan PNS pemain wayang orang dianggap bukan prioritas sehingga tidak perlu diperhatikan, beda perkara dengan Kota Solo yang memiliki visi dan misi salah satunya sebagai kota budaya.

Untuk mewujudkan visi dan misi sebagai kota budaya salah satu tumpuannya ialah melestarikan kesenian daerah dan wisata sehingga, rekrutmen CPNS bidang kesenian dan kebudayaan menjadi hal yang harus diprioritaskan. Apalagi, rekrutmen terakhir dilakukan pada 2007 lalu dan saat ini jumlah pemain wayang orang khususnya di Gedung Wayang Orang Sriwedari semakin berkurang karena sudah banyak PNS yang memasuki masa pensiun.

"Hal ini harusnya dipikirkan oleh negara dengan program Nawacita-nya, dimana garis besarnya adalah kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat," katanya.

Rudy memaparkan saat ini dari jumlah ideal pemain sebanyak 85 orang, tinggal 65 orang yang tersisa. Dari jumlah itu yang berstatus PNS hanya 33 orang, sedangkan sisanya merupakan pegawai berstatus kontrak dengan gaji UMR yang tentunya tak sebanding dengan pekerjaan yang harus mereka lakoni.

“Kontrak diperpanjang tiap tahun, gaji hanya UMR harus main tiap malam, tidak dapat pensiun di masa tuanya, padahal tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan yang mereka lakoni,” ujar Rudy.

Disinggung langkah apa yang akan diambilnya, Rudy menegaskan tidak akan mundur untuk memperjuangkan nasib para pemain wayang orang tersebut. Ia pun akan terus memperjuangkannya ke Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Presiden Joko Widodo.

“Ini harus diperhatikan. Jika nanti seniman sampai punah, maka apa yang menjadi cita cita bung karno yakni Indonesia sebagai Tamansarinya dunia tidak akan tercapai," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Eny Tyasni Suzana, menambahkan pemain wayang orang bukan seniman biasa yang mudah dicari. Sebab, katanya, seorang pemain wayang orang tidak hanya bisa menari, namun juga harus bisa berakting, mahir berbahasa Jawa, memiliki kemampuan olah suara, karawitan, sastra dan juga nembang.

"Memang sangat tidak layak jika mereka hanya memperoleh upah minimum," kata Eny.

Eny mengatakan sampai saat ini Solo merupakan satu-satunya kota yang masih mementaskan kesenian wayang orang tiap malam.

“Karena itu mereka (pemain) harus terus pentas meski tidak ada penonton yang datang untuk memenuhi komitmen sebagai kota budaya," katanya. (Wijayanti Putri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sophia Mueller Merasa Aman Dikelilingi Para Roker

Sophia Mueller Merasa Aman Dikelilingi Para Roker

Entertainment | Kamis, 27 Februari 2014 | 21:52 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×