Gelombang Panas Pakistan 'Bunuh' 800 Orang

Ardi Mandiri

Kamis, 25 Juni 2015 | 17:49 WIB
Gelombang Panas Pakistan 'Bunuh' 800 Orang
Gelombang panas Pakistan. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Suara.com - Lebih dari 800 warga Pakistan meregang nyawa akibat gelombang panas di negara itu. Karachi, Ibu Kota Paksitan, menjadi wilayah paling banyak korban jiwa, dengan jumlah 780 orang sejak Jumat lalu.

Di Provinsi lain, tercatat lebih dari 50 orang tewas akibat suhu panas 45 derajat celcius.

"Jumlah 850 orang masih kisaran. Kami masih terus mencatat. Kami meyakini jumlahnya lebih dari itu," jata Ijaz Afzal pejabat Kementerian Pakistan, seperti dikutip dari laman news.com.au

Dia menjelaskan bahwa seluruh rumah sakit Pakistan merawat pasien gelombang panas. "Jumlah pasien lebih dari 10 ribu orang. Mereka di antaranya menderita stroke ringan, dan kelelahan," kata Ijaz.

"Rumah sakit tak dapat menampung para pasien. Sehingga banyak pasien yang tergeletak di lantai," lanjutnya.

Sementara itu, juru bicara Organisasi Kesejahteraan Pakistan, Anwar Kazmi menyatakan bahwa dirinya belum pernah melihat hal seperti ini selama 40 tahun bekerja menaungi masyarakat.

"10 tahun lalu gelombang panas pernah terjadi. Tapi jumlah korban cuma 30 orang, tak sampai 800 seperti saat ini," katanya.

Guna membantu masyarakat, organisasi tersebut telah menyiapkan pengungisan sementara, juga air dan bahan pangan.

"Kami juga menyediakan tim medis di sana," lanjutnya.

Warga diliburkan
Menteri Paksitan Qaim Ali Shah mengatakan bahwa gelombang panas membuat pihaknya meliburkan warga dari sejumlah kegiatan, seperti bekerja dan sekolah.

Warga, kata Qaim, lebih baik berada di rumah agar tidak kepanasan. "Saya meminta warga untuk tinggal di rumah. Lebih baik berdiam diri rumah selama minggu ini daripada di luar," dia menegaskan.

"Saya berharap hujan segera datang. Layanan cuaca memperkirakan hujan akan datang pada pekan ini," tuturnya.

Seperti diketahui gelombang panas tengah kawasan Asia Selatan. Sebelum Pakistan, negara tetangga India juga merasakan hal serupa.

Gelombang panas India bahkan jauh lebih dahsyat memakan korban ketimbang Pakistan, hingga sejauh ini. Di sana, sekitar 2.500 orang tewas akibat kepanasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelombang Panas Tewaskan 400 Orang, Akankah Hujan Menolong?

Gelombang Panas Tewaskan 400 Orang, Akankah Hujan Menolong?

News | Selasa, 23 Juni 2015 | 15:52 WIB

Tak Ada Listrik Saat Buka Puasa, 120 Warga Kota Ini Tewas

Tak Ada Listrik Saat Buka Puasa, 120 Warga Kota Ini Tewas

Ramadan | Senin, 22 Juni 2015 | 14:00 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×