Hotma Dukung LPSK Cari Pengancam Saksi Kasus Angeline

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 03 Juli 2015 | 06:34 WIB
Hotma Dukung LPSK Cari Pengancam Saksi Kasus Angeline
Hotma Sitompul, pengacara ibu angkat Angeline: Margaret, didampingi dua anak kandung Margaret , Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe [suara.com/Luh Wayanti]

Suara.com - Hotma Situmpoul , penasehat hukum tersangka kasus dugaan penelantaran anak sekaligus pembunuhan, Margriet Megawe (Margaret), mendukung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk mencari pengancam para saksi yang memberikan keterangan untuk kasus pembunuhan Angeline.

"Saya mendukung LPSK mencari pelaku yang mengancam para saksi kasus pembunuhan Angeline sampai ketemu," ujar Hotma Situmpol, usai mengajukan Praperadilan untuk kliennya, di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (2/7/2015).

Menurut dia, apabila LPSK tidak mampu menemukan siapa pelaku pengancaman, hal itu berarti isu pengancaman itu hanya direkayasa.

Untuk itu, ia mendorong LPSK mengusut tuntas siapa oknum yang melakukan pengancaman itu, sementara saat pemeriksaan apabila keterangan para saksi tidak benar, maka wajib LPSK menyelidiki dengan profesional.

"Dengan tegas saya minta LPSK cari itu oknum yang melakukan pengancaman kepada para saksi," ujarnya.

Pihaknya mengakui memang mendengar kabar bahwa oknum yang melakukan pengancaman terhadap para saksi itu dari keluarga Margriet, namun ia meminta bukti-bukti pengancaman itu ditunjukan dan memang benar adanya.

Ia menegaskan semua ucapan yang disebarluaskan kepada publik atau media itu harus dipertanggungjawabkan secara hukum sehingga tidak ada lagi kabar yang simpang siur dan menyesatkan.

"Saya tidak ingin mengancam, namun itu bahasa umum karena siapapun yang berbicara harus berani bertanggungjawab dihadapan hukum," Hotma.

Ia menambahkan untuk memperlihatkan bukti-bukti dari pihak kepolisian yang menunjukkan terdakwa bahwa terbukti bersalah, nantinya akan dibuka atas persetujuan majelis hakim dalam sidang praperadilan.

"Kalau hakim yang meminta untuk ditunjukkan bukti-bukti itu dalam sidang praperadilan baru wajib diperlihatkan ke publik dan pengacara terdakwa," demikian Hotma. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Persilakan Margaret Ajukan Praperadilan

Polisi Persilakan Margaret Ajukan Praperadilan

News | Rabu, 01 Juli 2015 | 06:31 WIB

Dipertanyakan Hotma Soal Lie Detector, Ini Jawaban Kapolda Bali

Dipertanyakan Hotma Soal Lie Detector, Ini Jawaban Kapolda Bali

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 22:45 WIB

Menolak Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Akan Paksa Margaret

Menolak Diperiksa Sebagai Tersangka, Polisi Akan Paksa Margaret

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 17:40 WIB

Hendak Dites Lagi dengan 'Lie Detector', Margaret Menolak

Hendak Dites Lagi dengan 'Lie Detector', Margaret Menolak

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 14:46 WIB

Terkini

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:57 WIB