Reka Ulang Pembunuhan Angeline Nyaris Batal

Siswanto | Suara.com

Senin, 06 Juli 2015 | 11:24 WIB
Reka Ulang Pembunuhan Angeline Nyaris Batal
Suasana pengamanan rekonstruksi kasus Angeline, Senin (6/7/2015) (suara.com/Luh Wayanti)

Suara.com - Siang ini, Senin (6/7/2015), penyidik Polresta Denpasar, Bali, akan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Engeline Margriet Megawe (Angeline) di rumah tersangka pembunuh bernama Margriet Christina Megawe alias Margaret, Jalan Sedap Malam, Denpasar.

Margaret yang tak lain ibu angkat Angeline sudah dihadirkan ke lokasi, begitu juga mantan pembantunya, Agustinus alias Agus, yang juga menjadi tersangka pembunuh.

Kedua tersangka dibawa polisi ke lokasi dengan pengawalan ketat. Mereka diangkut dengan mobil baraccuda milik Polda Bali.

Pengacara Hotman Paris Hutapea dan Haposan Sihombing juga sudah datang ke lokasi untuk mendampingi Agus. Ia datang sekitar pukul 10.00 Wita.

"Saya tiba dari bandara langsung ke sini untuk mendampingi klien kami, dalam acara rekonstruksi kasus pembunuhan," kata Hotman yang mengenakan jas, dasi warna merah mudah bercorak batik, dan batu akik, di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Senin (6/7/2015).

Hingga berita ini diturunkan jam 11.55 Wita tadi, Hotma Sitompul dan tim, pengacara Margaret, belum datang. Kalau pengacara Margaret tidak datang, acara rekonstruksi bisa batal.

Menanggapi hal tersebut, Hotman Paris mengatakan percaya kepada polisi.

"Tapi ya kita serahkan saja kepada penyidik jadi atau tidaknya," kata Hotman.

Kabarnya, pesawat terbang yang membawa rombongan kuasa hukum Margaret berangkat dari Jakarta sekitar pukul 07.14 Wib.

Baru pada sekitar jam 12.00 Wita, sejumlah pengacara Margaret tiba di lokasi. Setelah semua kuasa hukum tersangka sudah siap, reka ulang akan dimulai.

Angeline diadopsi Margaret sejak umur tiga hari pada 2007. Sejak itu, Angeline belum pernah bertemu orangtua kandung, Hamidah dan Rosidik.

Dalam kasus Angeline, polisi sudah menetapkan dua orang menjadi tersangka kasus pembunuhan. Pertama, Agus, orang yang pernah menjadi pembantu Margaret dan kedua Margaret. Sebelumnya, Margaret juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.

Bocah kelas 2-B di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar, sebelumnya dilaporkan orangtua angkatnya hilang pada Sabtu (16/5/2015).

Tapi ternyata, jasad Angeline ditemukan dalam kondisi terkubur di halaman belakang rumah Margaret, dekat kandang ayam, Rabu (10/6/2015).

Jenazah Angeline ditemukan dalam keadaan tertelungkup memeluk boneka barbie dan dibungkus kain sprei putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiba di Lokasi Rekonstruksi, Margaret dan Agus Diteriaki Warga

Tiba di Lokasi Rekonstruksi, Margaret dan Agus Diteriaki Warga

News | Senin, 06 Juli 2015 | 10:25 WIB

Saksi Susiani dan Handono Turut Dihadirkan Dalam Rekonstruksi

Saksi Susiani dan Handono Turut Dihadirkan Dalam Rekonstruksi

News | Senin, 06 Juli 2015 | 09:11 WIB

Puluhan Pecalang Ikut Amankan Rekonstruksi Kasus Angeline

Puluhan Pecalang Ikut Amankan Rekonstruksi Kasus Angeline

News | Senin, 06 Juli 2015 | 09:04 WIB

Satu Kompi Personel Dalmas Amankan Rekonstruksi Angeline

Satu Kompi Personel Dalmas Amankan Rekonstruksi Angeline

News | Senin, 06 Juli 2015 | 08:09 WIB

Takut Gagal, Reka Ulang Pembunuhan Angeline Dijaga Ketat

Takut Gagal, Reka Ulang Pembunuhan Angeline Dijaga Ketat

News | Senin, 06 Juli 2015 | 07:17 WIB

Terkini

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:10 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Incar Transaksi Rp350 Miliar

FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Incar Transaksi Rp350 Miliar

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:07 WIB

91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?

91 Persen Koruptor Laki-laki, Benarkah Perempuan Lebih Antikorupsi?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:05 WIB

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Misteri Kematian WNA di Imigrasi Depok, Ditemukan Tewas di Toilet: Ini 7 Faktanya

Misteri Kematian WNA di Imigrasi Depok, Ditemukan Tewas di Toilet: Ini 7 Faktanya

News | Kamis, 23 April 2026 | 16:54 WIB

Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!

Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!

News | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB