Array

Kalau Potensi Rusuh, Pilkada Serentak Bisa Diundur

Senin, 06 Juli 2015 | 19:52 WIB
Kalau Potensi Rusuh, Pilkada Serentak Bisa Diundur
Mendagri Tjahjo Kumolo. (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Pelaksanaan pilkada yang rencananya berlangsung 9 Desember 2015 bisa diundur kalau di daerah tertentu muncul potensi kerusuhan atau terjadi bencana alam. 

"Seandainya ada potensi kerusuhan atau bencana alam di daerah, tidak masalah jika diundur sehari," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam rapat gabungan yang membahas persiapan pilkada serentak di DPR, Senin (6/7/2015).

Tjahjo menambahkan Polri sudah mengklasifikasi daerah yang rawan kerusuhan atau konflik. Polri sudah siap mengamankannya.

Soal bencana alam, Tjahjo sadar negara ini rawan bencana. Meski mitigasi bencana Indonesia sudah siap, menurutnya, bisa menjadi nilai yang patut dipertimbangkan dalam pelaksanaan pilkada.

"Soal bencana alam ini yang sulit diprediksi, karena ada sejumlah daerah yang perlu diantisipasi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI