Tetangga Tak Ada yang Tahu Afif Julian Penyidik KPK

Siswanto, Tri Setyo

Selasa, 07 Juli 2015 | 17:05 WIB
Tetangga Tak Ada yang Tahu Afif Julian Penyidik KPK
Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Warga Perumahan Mediterania Regency, Kelurahan Cikunir, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku selama ini tidak tahu kalau tetangga mereka Afif Julian Miftah, adalah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Sebelum kejadian teror kemarin, saya nggak tahu kalau Pak Afif itu penyidik KPK. Saya tahunya ya dia orang kantor biasa," kata tetangga Afif bernama Yoda kepada Suara com, Selasa (7/7/2015).

Hal tersebut juga diamini Fikri. Menurut Fikri, Afif selama ini jarang bisa berkumpul dengan warga sekitar.

"Kita ya nggak tahu, ya kalau malam padahal di sini ramai bapak-bapak pada kumpul, cerita. Tapi Pak Afif nggak pernah kumpul, jangankan kita tahu dia di KPK, pekerjaan Pak Afif aja nggak ada yang tahu," katanya.

Beda dengan pengurus RT, Daniel. Dia tahu pekerjaan Afif sebagai penyidik. Tapi, kata dia, tentu saja Afif tidak akan memberitahu pekerjaannya ke sembarangan orang.

"Ya kalau pengurus mah tahu, tapi kalau warga lain ya memang jarang yang tahu dia penyidik. Pak Afif juga pernah bilang ke saya, kalau institusinya menganjurkan untuk menutupi identitasnya sebagai penyidik KPK," ujar Daniel.

Seperti diberitakan sebelumnya, orang tak dikenal meletakkan kotak mirip bom di depan rumah Afif pada hari Minggu kemarin. Tim Gegana Polda Metro Jaya pun turun ke lokasi dan dipastikan benda tersebut bukan bom, melainkan hanya cara untuk meneror.

Kapolres Kota Bekasi Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona meminta Afif terbuka terkait teror yang diterima Afif.

"Dia harusnya bercerita karena kami kan pasti menanyakan itu," kata Daniel.

Informasi lengkap Afif diperlukan untuk membantu menemukan pelaku dan motif teror. Ada dugaan, teror tersebut terkait dengan kasus korupsi yang sedang ditangani Afif.

Daniel mengatakan penyidik Polresta Bekasi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang diperoleh dari kamera pengintai.

Dari CCTV terlihat pelaku yang meletakkan kotak di depan rumah Afif berjumlah dua orang. Satu orang memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berperawakan kurus, kulit sawo matang, dan berjenggot. Sementara satu orang lagi memiliki tinggi badan sekitar 168 sentimeter, berperawakan kurus, muka tirus dan berkulit sawo matang.

Polresta Bekasi dibantu Mabes Polri, saat ini masih mengembangkan penyelidikan.

"Belum ada perkembangan signifikan. Kami masih terus melakukan lidik," ujar dia.

Afif merupakan penyidik dari Polri. Dia merupakan satu dari sebelas penyidik kepolisian yang keluar dari Polri bersamaan dengan Novel Baswedan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Kata Warga Perumahan Tentang Penyidik KPK yang Diteror

Ini Kata Warga Perumahan Tentang Penyidik KPK yang Diteror

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 16:42 WIB

Pansel  KPK Terima 600 Laporan Rekam Jejak Capim KPK

Pansel KPK Terima 600 Laporan Rekam Jejak Capim KPK

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 16:16 WIB

Polisi Kantongi Ciri Peneror, Penyidik KPK Diminta Buka-bukaan

Polisi Kantongi Ciri Peneror, Penyidik KPK Diminta Buka-bukaan

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 16:06 WIB

Kapolda Metro Jaya Perintahkan Pengamanan Rumah Penyidik KPK

Kapolda Metro Jaya Perintahkan Pengamanan Rumah Penyidik KPK

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 15:29 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×