Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Bangun Santoso

Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB
Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) memberikan keterangan pers usai TNI Run 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
baca 10 detik
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan penanganan konflik Papua memerlukan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.
  • Kelompok bersenjata OPM membunuh sopir travel Aris Sanda serta membakar kendaraannya di Papua Pegunungan pada September 2026.
  • Koops TNI Habema melakukan pencarian, menemukan jenazah korban, serta berupaya mengejar pelaku dan memperkuat pengamanan wilayah.

Suara.com - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI dengan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam menangani konflik di Papua.

“Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi, pemerintah daerah, kementerian-kementerian,” kata Agus saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, kolaborasi akan mendukung operasi yang telah dilakukan oleh TNI mengingat Papua merupakan wilayah yang sangat luas dan memiliki banyak pegunungan.

Belakangan terjadi beberapa konflik di wilayah Papua. Baru-baru ini, seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pelaku kekerasan terhadap Aris Sanda.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna menjelaskan Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka sebelum kendaraannya dicegat kelompok bersenjata di tengah perjalanan. Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang.

Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke Wamena, sedangkan Aris ditahan dan dibawa kelompok tersebut berjalan ke arah Danau Habema.

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, (16/9).

Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris.

baca juga

Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat serta memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.

"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Ratusan Buku Hadir di Rumah Belajar Patriot, Bawa Cerita Baru Buat Anak-Anak Werianggi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 13:40 WIB

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

Salju Abadi Terakhir di Papua Terus Menyusut, Kini Tinggal 2 Persen dari Luas 1988

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:30 WIB

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:19 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

Menteri HAM Natalius Pigai Soal Teror Penembakan OPM ke Warga Sipil: Polanya Sudah Bergeser

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:35 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Senin, 21 September 2026 | 13:53 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

9 Sabun Cuci Muka untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Kulit Cerah dan Kencang

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:45 WIB

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

×