Bekas Pilot AirAsia asal Indonesia Bergabung dengan ISIS

Liberty Jemadu

Kamis, 09 Juli 2015 | 18:26 WIB
Bekas Pilot AirAsia asal Indonesia Bergabung dengan ISIS
Seorang anggota ISIS di Mosul, Irak (Reuters).

Suara.com - Dua pilot asal Indonesia diyakini sudah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), demikian isi sebuah laporan intelijen dari kepolisian federal Australia (AFP) yang diterbitkan oleh majalah online The Intercept.

Laporan yang diterbitkan di internet pada Maret 2015 menunjukkan bahwa Ridwan Ahmad Al Indonesiy alias Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno, sudah "dicuci otaknya" oleh ISIS. Keduanya diyakini punya potensi ancaman terhadap dunia internasional.

AFP melacak dua pilot itu dan dugaan keterlibatan mereka dengan ISIS melalui akun media sosial. Dari akun Facebook Ridwan, AFP mengetahui bahwa lelaki itu kini bekerja sebagai pilot pesawat AirAsia sejak 2010 lalu.

Ridwan diketahui pernah terbang ke sejumlah kota di Indonesia. Dia juga pernah menerbangkan pesawat AirAsia ke beberapa kota di luar negeri seperti Hongkong dan Singapura. Sebelum akun Facebook-nya ditutup, Ridwan sempat memasang sejumlah foto dirinya, mengenakan seragam AirAsia, berdiri di depan pesawat milik maskapai tersebut.

Kini akun tersebut sudah ditutup dan Ridwan diyakini sudah memiliki akun baru, yang menggunakan nama baru, dan di dalamnya menerangkan bahwa ia kini sudah berada di Raqqa, kota pusat komando ISIS di Suriah. Ia diketahui menikahi Diah Suci Wulandari, seorang mantan pramugari AirAsia.

Adapun AirAsia menjelaskan bahwa keduanya sudah tak lagi bekerja untuk maskapai penerbangan asal Malaysia itu.

Menurut laporan 10 halaman yang bertajuk Operational Intelligence Report, Identification of Indonesian pilots with possible extremist persuasions, diketahui bahwa aktivitas Ridwan di Facebook mulai berubah sejak September 2014.

Ia mulai menggunggah material yang mendukung ISIS, berteman dan berinteraksi dengan pendukung ISIS lainnya, termasuk mereka yang sudah bergabung dengan ISIS di Suriah. Ia juga mulai mengomentari unggahan Heri Kustyanto, anggota Jamaah Islamiyah yang sudah bertempur untuk ISIS di Suriah dan Irak.

Sementara tentang hubungan Hendratno dengan ISIS, diketahui setelah ia mulai mendukung unggahan-unggahan Ridwan di Facebook.

Hendratno diketahui lulus dari sekolah penerbangan pada 1999 dan sempat bekerja sebagai pilot TNI Angkatan Laut. Ia lalu bekerja untuk maskapai Premiair. Ia, dalam akun Facebook-nya, menjelaskan bahwa dirinya menetap di Indonesia.

Adapun Premiair, kepada The Intercept, mengatakan bahwa Hendratno sudah dipecat sejak 1 Juni kemarin.

"Kami dengar dia adalah pendukung ISIS," kata juru bicara perusahaan tersebut. (Sydney Morning Herald/The Australian/abc.net.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Irak Gantung 24 Anggota ISIS yang Terlibat Pembantaian 600 Orang

Irak Gantung 24 Anggota ISIS yang Terlibat Pembantaian 600 Orang

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 02:33 WIB

Mantan Atlet Kickboxing yang Jadi Anggota ISIS Tewas di Suriah

Mantan Atlet Kickboxing yang Jadi Anggota ISIS Tewas di Suriah

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 06:55 WIB

Keluarga Terduga ISIS di Pekanbaru Kelola Usaha Ekspedisi

Keluarga Terduga ISIS di Pekanbaru Kelola Usaha Ekspedisi

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 02:30 WIB

Terkini

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:43 WIB

Korupsi Massal! Selain Wamen Silmy Karim, KPK Tahan Plt Dirjen Imigrasi hingga Pejabat Kanwil Jabar

Korupsi Massal! Selain Wamen Silmy Karim, KPK Tahan Plt Dirjen Imigrasi hingga Pejabat Kanwil Jabar

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:31 WIB

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

Ketegangan Meningkat! Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, Satu Orang Tewas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:19 WIB

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri

Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:09 WIB

Sidang Vonis Kasus K3: Akankah Eks Wamenaker Noel Dihukum 5 Tahun Bui?

Sidang Vonis Kasus K3: Akankah Eks Wamenaker Noel Dihukum 5 Tahun Bui?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:46 WIB

Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan

Jurus Senyap Prabowo Bongkar Borok BGN: Gandeng BPKP dan PPATK Sebelum 'Gilas' Orang Kepercayaan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:32 WIB

Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat

Dinilai Ilegal Dunia Internasional, Israel Ngotot Bangun Permukiman Besar-besaran di Tepi Barat

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:32 WIB

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25 WIB

Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan

Kasus Korupsi BGN: Prabowo Panggil BPKP dan PPATK Usai Terima Laporan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:22 WIB

Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis

Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:11 WIB