Ganjar Minta Warga Jateng Tak Ke Jakarta Bila Tak Punya Keahlian

Siswanto

Rabu, 15 Juli 2015 | 18:32 WIB
Ganjar Minta Warga Jateng Tak Ke Jakarta Bila Tak Punya Keahlian
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Stasiun Senen, Jakarta Pusat [suara.com/Tri Setyo]

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warganya yang tidak memiliki keahlian tertentu untuk tidak mengadu nasib ke Jakarta.

“Kalau tidak punya keahlian jangan ke Jakarta. Nggak usah ke Jakarta, kalau nggak punya keterampilan,” kata Ganjar ketika melakukan inspeksi mendadak di Terminal Tirtonadi Solo, Rabu (15/7/2015).

Menurut Ganjar, Jakarta sudah padat penduduk. Lapangan kerja sulit dicari karena harus bersaing dengan warga Jakarta sendiri. Di samping itu, jika tidak memiliki keahlian serta keterampilan dalam bidang tertentu akan membuat orang tersebut kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Jika sudah seperti itu, kata Ganjar, akan menambah angka pengangguran di Ibu Kota Jakarta. Padahal di Jakarta angka pengangguran sangat tinggi.

“Para pemudik yang memiliki saudara kalau tidak memiliki keahlian jangan diajak ke Jakarta. Kalau mau ikut nggak usah saja. Di Jakarta sudah banyak penduduknya, sudah padat,” katanya.

Di samping itu, Ganjar juga mengimbau agar pemudik yang pulang kampung halaman dengan menggunakan kendaraan umum dapat mentaati peraturan lalu lintas. Jika ingin beristirahat kendaraannya tersebut dapat diparkirkan di jalur yang telah disediakan petugas.

Pasalnya, saat melakukan sidak di jalan tol Pejagan-Brebes ada sejumlah pemudik yang beristirahat dengan memarkirkan kendaraan secara sembarangan. Padahal arus lalu lintas di jalan tersebut banyak dilintasi pemudik.

“Sehingga membuat kemacetan. Jadi kalau menggunakan kendaraan pribadi kami minta taatilah peraturan lalu lintas dengan sebaik-baiknya. Supaya perjalanan arus mudik Lebaran berlangsung aman dan nyaman,” kata Ganjar.

Dalam sidak tersebut Gubernur Jawa Tengah turut ditemani Wali Kota Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Yosca Herman Soedrajat, Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Nur Ali, dan sejumlah pejabat dari Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Solo.

Jumlah Pemudik Angkutan Umum Lebaran Diprediksi Menurun 20 Persen

Sementara itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo memprediksi jumlah pemudik Lebaran yang menggunakan angkutan umum tahun ini mengalami penurunan hingga 20 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi lantaran masih ada sejumlah sekolah yang belum meliburkan siswanya.

Menurut Yosca penurunan pemudik tersebut terlihat dari jumlah bus angkutan umum Lebaran yang masuk ke Terminal Tirtonadi. Tahun lalu mendekati puncak arus mudik Lebaran bisa mencapai 3.500 armada bus, namun sampai H-2 Lebaran baru sekitar 2.000 armada bus.

“Biasanya H-2 Lebaran itu merupakan puncaknya arus mudik. Ternyata kita pantau H-2 masih terlihat biasa, belum ada tanda-tanda peningkatan baik jumlah penumpang maupun bus,” terang Yosca saat memantau arus mudik Lebaran di Terminal Tirtonadi Solo.

Yosca mengaku puncak arus mudik Lebaran ini akan bergesar pada H-1 Lebaran. Bahkan, diprediksi puncak arus mudik ini akan terjadi malam nanti.

“Sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum Lebaran tidak akan mengalami kenaikan. Justru kenaikan ini terjadi pada pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi,” tambah Yosca.

Dikatakan, penurunan ini juga terjadi pada jumlah kendaraan milik pemudik yang mengikuti program mudik gratis program dari Kementerian Perhubungan yang diangkut menggunakan truk dari Jakarta ke Solo. Tahun lalu kendaraan milik pemudik yang diangkut mencapai 700an kendaraan, tahun ini hanya sekitar 473 sepeda motor.

“Ratusan kendaraan sebagian sudah tiba sejak Senin. Nanti Sore akan datang lagi dua truk tambahan. Semua motor itu akan diparkir di halaman kantor tinggal diambil pemiliknya.”

Sementara, pemilik kendaraan bakal diberangkatkan dari Jakarta menuju Solo menggunakan bus pada Selasa siang ini. Diperkirakan, mereka tiba di Kota Bengawan pada Rabu pagi. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ganjar: Mudik Gratis Juga untuk Silaturahmi Sesama Perantau

Ganjar: Mudik Gratis Juga untuk Silaturahmi Sesama Perantau

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 14:13 WIB

Ganjar: Pemudik ke Jawa Tengah Lebih dari 6,8 Juta Orang

Ganjar: Pemudik ke Jawa Tengah Lebih dari 6,8 Juta Orang

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 11:08 WIB

Stasiun Pasar Senen Diminta Lebih Selektif Menyaring Pemudik

Stasiun Pasar Senen Diminta Lebih Selektif Menyaring Pemudik

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 10:38 WIB

Ganjar Pranowo Berangkatkan Ratusan Pemudik Tujuan Jawa Tengah

Ganjar Pranowo Berangkatkan Ratusan Pemudik Tujuan Jawa Tengah

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 09:35 WIB

Kader PDIP Diciduk KPK, Ganjar Pranowo: Pasti Pecat Itu

Kader PDIP Diciduk KPK, Ganjar Pranowo: Pasti Pecat Itu

News | Sabtu, 20 Juni 2015 | 23:29 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×