Kekerasan di Tolikara, PGLII Pertanyakan Posisi Aparat

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 18 Juli 2015 | 13:07 WIB
Kekerasan di Tolikara, PGLII Pertanyakan Posisi Aparat
Kepala Humas PGI Jerry Sumampow (tengah). (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Peristiwa kekerasan yang menodai kekhidmatan salat Idul Fitri warga Kabupaten Tolikara Provinsi Papua, memang sepintas langsung memantik isu SARA. Sebagian besar masyarakat akan langsung menilai bahwa itu adalah persoalan antarsuku maupun agama.

Namun begitu, sebagaimana dicatat dan dipaparkan oleh pihak Gereja Injili di Indonesia (GIDI), aksi pembakaran sejumlah warung yang merembet ke musala tersebut, sebenarnya dipicu oleh adanya tembakan dari pihak tidak dikenal. Tembakan itu bahkan dilaporkan menyebabkan 11 orang warga dari GIDI menderita luka-luka, dengan satu orang lagi meninggal dunia.

"Ada beberapa saudara kita dari GIDI yang mendatangi saudara-saudara yang sedang salat Id. Mereka berdialog dan berbicara (terkait adanya surat edaran). Namun, pada saat itu juga terdengar suara tembakan, dan 12 orang angota GIDI roboh. Satu meninggal, sebelas lainnya luka-luka. Dan situasi itu mengacaukan saudara-saudara dari GIDI, sehingga melakukan pembakaran," papar Ketua Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia, Ronny Mandang, dalam konferensi pers di Gedung PGI, Jalan Salemba Raya Nomor 10, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2015).

Lebih jauh, Ronny bahkan mencurigai bahwa dalam insiden yang terjadi saat dilaksanakannya salat Idul Fitri pada Jumat (17/7) tersebut, ada keterlibatan pihak aparat keamanan. Apalagi menurutnya, lokasi dilakukannya salat Id tersebut adalah di halaman Koramil. Dia juga sangat menyayangkan adanya tindakan represif dari pihak keamanan terhadap anggota GIDI yang sedang berdialog dengan umat Muslim yang melakukan salat Ied.

"Pendekatan yang tanpa dialog oleh aparat sangat disayangkan, karena itu adalah seakan-akan masalah ini sentimen agama. Ini persoalan lokal, dan harus diselesaikan secara lokal," kata Ronny.

Ronny pun menyatakan keyakinannya bahwa kejadian pembakaran terhadap warung yang kemudian menghanguskan musala tersebut tidak akan terjadi, kalau tidak ada tembakan terhadap anggota GIDI.

"Sebenarnya kalau tidak ada penembakan yang menyebabkan rubuhnya anggota DIGI, saya kira pembakaran tersebut tidak terjadi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Rusuh Tolikara

Wakil Ketua MPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Rusuh Tolikara

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 12:55 WIB

Staf Khusus Jokowi Tegaskan Ricuh Tolikara Bukan Konflik Agama

Staf Khusus Jokowi Tegaskan Ricuh Tolikara Bukan Konflik Agama

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 12:44 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×