Kerusuhan Tolikara, Marwan: Hindari Konflik, Ini Era Bangun Desa

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 19 Juli 2015 | 14:50 WIB
Kerusuhan Tolikara, Marwan: Hindari Konflik, Ini Era Bangun Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar saat bersama warga di satu kesempatan. [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menegaskan agar seluruh masyarakat daerah atau khususnya yang di perdesaan untuk menghindari konflik. Karena saat ini adalah era desa untuk membangun. Tanpa solidaritas bersama, desa yang satu dengan desa lainnya akan terus terjadi ketimpangan.

"Hindari konflik, ini era desa membangun. Konflik akan sangat merugikan. Selain akan menimbulkan rasa ketakutan masyarakat, juga akan menghambat kesejahteraan rakyat untuk membangun desanya. Padahal kehidupan antar desa juga sangat penting dan perlu rasa kebersamaan," ujar Menteri Marwan dalam pernyataan pers yang diterima Suara.com, Minggu (19/7/2015).

Hal tersebut dikemukakan terkait terjadinya insiden di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015). Menurut Marwan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur desa dan kecamatan hingga daerah, sangat penting terjalin.

"Tidak perlu lagi ada egoisme agama dan antar desa lagi.Komunikasi harus dikedepankan untuk menghindari konflik. Ini saya sampaikan, tidak hanya untuk insiden di Papua, tapi untuk seluruh wilayah Indonesia bahwa kita harus sama-sama sadar dan tenangkan diri. Bangun solidaritas dan kebersamaan kehidupan beragama dan masyarakat. Ayo kita sama-sama membangun desa," ujarnya.

Dengan terbangunnya solidaritas dan terjalinnya harmonisasi antar beragama dan antar desa, Marwan mengatakan, keinginan bersama seluruh rakyat Indonesia untuk membangun wilayahnya secara adil dan merata akan sama-sama terbentuk.

"Hindari hal sekecil apapun yang memicu konflik. Lebih baik mencegah, daripada sudah terlanjur terjadi," ujarnya.

Dikatakan Marwan, rencana prioritas kementerian desa yang dipimpinnya itu yakni terjalinnya koneksitas antar desa terpencil dengan desa tetangganya yang sudah lebih maju.

"Dengan cara ini, hubungan ekonomi yang harmonis sangat diperlukan. Jika saling bermusuhan, maka akan sulit pemerataan desa membangun akan terjadi," ujarnya.

"Kalau kesenjangan atau ketimpangan antar daerah atau desa dijadikan alasan, sekarang ini tidak lagi jadi alasan. Sudah dipersiapkan dana desa yang perlahan akan menyamaratakan kehidupan antar desa," ujar Menteri asal Pati, Jawa Tengah.

Persoalan konflik, kata Marwan, memang menjadi masalah bersama dari pemerintah pusat sampai tingkat daerah. Namun yang paling terpenting adalah peran di daerah dari jajaran provinsi hingga desa. Pasalnya, mereka yang memahami karakter masyarakatnya sendiri.

"Perlu dibangun komunikasi lintas desa, sehingga antar desa akan saling mengenal masyarakat lainnya," ujarnya.

"Cara yang paling sederhana adalah, gotong royong. Tidak hanya terbangun di satu desa saja, tapi perlu melibatkan juga warga desa lainnya. Misalnya infrastruktur desa, ajak warga antar desa untuk bersama-bersama terlibat. Dari sini, akan terjadi komunikasi penting antar warga," Marwan menambahkan.

Misalnya lagi, kata Menteri Marwan, membangun tempat ibadah. Upayakan agar aparat kecamatan sebagai fasilitator penghubung antar desa mengajak desa-desa terdekatnya untuk terlibat membangun.

"Jangan dilihat dari perbedaan agamanya, yang paling terpenting ada tatap muka antar warga dan desa terjadi. Maka dengan cara ini konflik bisa diminimalisir. Dengan tradisi gotong royong itulah, sesama warga antar desa akan sama-sama merasakan dan saling memiliki. Sederhana tapi rasa kebersamaan itu sangat penting dan tak ternilai harganya," ujar Marwan.

Menteri Marwan juga mengingatkan dana desa yang sudah dikucurkan pemerintah pusat bisa dijadikan sarana mempertemukan masyarakat lintas desa. Dalam musyawarah dana desa, pasti ada kepentingan gagasan bersama antar desa tersebut.

"Hindari egoisme desa. Jangan masing-masing desa punya kepentingan sendiri untuk desanya. Pasti ada program dana desa yang bisa disikapi bersama untuk pembangunan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

GMKI Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan Tolikara

GMKI Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan Tolikara

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 14:31 WIB

Kapolri Pergi ke Kabupaten Tolikara untuk Tuntaskan Masalah

Kapolri Pergi ke Kabupaten Tolikara untuk Tuntaskan Masalah

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 12:41 WIB

Pemerintah Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan di Tolikara

Pemerintah Segera Perbaiki Kerusakan Bangunan di Tolikara

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 12:24 WIB

Mendagri Janjikan Gelar Dialog Pascatragedi Tolikara

Mendagri Janjikan Gelar Dialog Pascatragedi Tolikara

News | Minggu, 19 Juli 2015 | 03:15 WIB

Pemprov: Tragedi Tolikara Coreng Toleransi di Papua

Pemprov: Tragedi Tolikara Coreng Toleransi di Papua

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 23:19 WIB

Terkini

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Kick Off Pembangunan Kantor Imigrasi, Upaya Imigrasi Sumut Dekatkan Layanan Publik

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:24 WIB

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

4 Color Correcting Sunscreen SPF 50 Atasi Redness & Dark Spot saat Outdoor!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Mobil Keluarga 7 Seater Murah Paling Nyaman Apa Saja? Ini Opsinya, Anti Mabuk Darat!

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:18 WIB

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubsu Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:07 WIB

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Ketok Palu Perubahan KUA-PPAS Rp7,99 Triliun: Menilik Peta Jalan Lampung Sejahtera di 2026

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB

×