Minim Tokoh Intelektual, Polri Dinilai Sulit Mereformasi Diri

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Rabu, 22 Juli 2015 | 18:21 WIB
Minim Tokoh Intelektual, Polri Dinilai Sulit Mereformasi Diri
Kapolri Lantik Delapan Kapolda

Suara.com - Koalisi untuk Reformasi Polri tampaknya sudah begitu gerah dengan sikap Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso, yang dinilai bangga dengan kesuksesannya menyelesaikan kasus "ecek-ecek". Oleh karena itu, mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak hanya mencopot Budi Waseso, tetapi lebih dari itu mereformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Namun untuk mereformasi Polri, menurut Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuty, sangat sulit mengharapkannya terjadi dari dalam Polri itu sendiri. Pasalnya menurutnya, sumber daya manusia (SDM) Polri saat ini dinilai minim kaum intelektualnya. Hal tersebut menurutnya berbeda dengan TNI yang relatif banyak kaum intelektualnya.

"Untuk mereformasi Polri dari dalam sangat sulit, harus direformasi dari luar. Itu karena orang intelektualnya kurang. Terbukti dari saat ini, tidak ada anggota Polri yang menulis opini. Berbeda dengan TNI yang intelektual atau orang pintarnya banyak," kata Ray, sambil membandingkan kedua instutusi tersebut, di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).

Kekecewaan para aktivis antikorupsi semakin mendalam, ketika Kapolri Jenderal Badroodin Haiti tidak memberikan teguran dan malah mendukung upaya Budi Waseso. Tidak hanya itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri yang seharusnya mengawasi kinerja Kabareskrim, malah juga mendukung Budi Waseso yang dinilai sudah tepat langkahnya.

"Sungguh disayangkan juga bahwa Irwsaum juga memberikan dukungan kepada Buwas (Budi Waseso). Ppadahal Ombudsmen sebagai sebuah lembaga yang kalau dilihat kedudukannya di atas Polri, harus dipatuhi oleh Polri, malah dicuekin. Kemudian malah juga mensomasi Komisioner Komnas HAM," katanya.

Atas dasar itu, Ray meminta Presiden untuk segera membentuk tim tersendiri untuk mereformasi Polri, di mana di dalamnya harus dipimpin langsung oleh Presiden sendiri. Pasalnya menurutnya, Polri yang lahir dari rahim demokrasi tersebut sudah mulai mencerminkan rezim Orde Baru lagi dalam menjalankan penegakan hukumnya. Kabareskrim yang seharusnya menjadi pembantu Kapolri dalam rangka pengawasan, menurut Ray pula, malah turun langsung untuk menangani perkara secara langsung.

"Selain mendesak copot, Presiden (diminta) segera melakukan reformasi Polri, segera membentuk badan independen reformasi Polri untuk mendorong perbaikan. Kita tentu berharap, Jokowi bisa memimpin langsung. Jangan sampai harapan kita akan kebersihan Jokowi bisa memberantas korupsi, malah justru pada faktanya di era Jokowi menjadi era kegelapan pemberantasan korupsi," tutup Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Budi Waseso Ingatkan Pejabat Polri Dilarang Open House

Budi Waseso Ingatkan Pejabat Polri Dilarang Open House

News | Jum'at, 17 Juli 2015 | 10:36 WIB

TNI dan Polisi Baku Tembak, Mabes Polri: Salah Paham Kecil

TNI dan Polisi Baku Tembak, Mabes Polri: Salah Paham Kecil

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 06:36 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×