Capim KPK Yotje Mende Punya Harta Rp6 M, Dari Sini Sumbernya

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:50 WIB
Capim KPK Yotje Mende Punya Harta Rp6 M, Dari Sini Sumbernya
Mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende (suara.com/Lidya Salmah)

Suara.com - Calon pimpinan KPK Yotje Mende dicecar soal laporan harta kekayaan penyelenggara negara, saat menjalani tes wawancara dengan panitia seleksi calon pimpinan KPK di gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2015).

Salah satu anggota pansel, Harkristuti Harkrisnowo, menanyakan laporan harta Yotje pada tahun 2007.

"Kok lama sekali? Alasannya? Malas ya?" kata Tuti.

Bekas Kapolda Papua Inspektur Jenderal menjelaskan dia terlambat melaporkan harta kekayaan karena waktunya terlalu singkat.

"Waktu saya di (Kapolda) Kepri, saya terima dari KPK untuk isi LHKPN sangat mepet, jadi tak isi," katanya.

"Yang di (Kapolda) Papua, sudah satu tahun dua bulan, baru terima minggu lalu," kata Yotje.

Mendengarkan penjelasan Yotje, Tuti kembali menanyakan tentang pentingnya melaporkan harta kekayaan bagi pejabat negara.

Yotje menjawab tidak ada faktor kesengajaan maupun pelanggaran yang dilakukannya untuk memberikan LHKPN kepada KPK

"Saya anggap itu penting. Tapi saya tidak pernah lakukan pelanggaran. Bukan berarti saya sengaja. Sebagai manusia mungkin lupa walau itu di meja," katanya.

Yotje mengaku memiliki harta kekayaan sebesar Rp6 miliar. Dia mendapatkannya dari usaha rental mobil bernama CV. Avi di Gorontalo yang dikelola oleh keponakan dan perusahaan di Sorong yang bekerjasama dengan sepupunya. Kegiatan usaha dilakukan Yotje dari tahun 2009.

"Usaha jasa sewa mobil di Gorontalo diikelola anak dari kakak saya yang pertama. Itu melalui CV sudah dibawa semua. Kedua join dengan saudara saya di Sorong dengan sepupu, Sky Mart di Sorong dan cukup menghasilkan. Itu semua sudah disiapkan dan halal," katanya.

Yotje mengungkapkan pendapatan dari Sky Mart bisa mencapai Rp600 juta pertahun. Namun, Yotje tidak merinci keuntungan yang didapatkan dari usaha rental mobil. Rental tersebut, katanya, menyewakan tujuh unit mobil.

"Sekarang ada tujuh (mobil), tapi itu pun atas nama pengelolanya. Diambil juga dari luar kalau terpakai semua dari tetangga untuk disewakan. Rental mobil kadang laku semua tujuh dan kita tawarkan juga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yotje: KPK Dapat Info dari Tukang Loak Langsung Sadap

Yotje: KPK Dapat Info dari Tukang Loak Langsung Sadap

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:39 WIB

Kekurangan KPK Selama Ini Terungkap Saat Seleksi Calon Pimpinan

Kekurangan KPK Selama Ini Terungkap Saat Seleksi Calon Pimpinan

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 15:25 WIB

KPK Tegang Dipimpin Lelaki, Butuh Sentuhan Pimpinan Perempuan

KPK Tegang Dipimpin Lelaki, Butuh Sentuhan Pimpinan Perempuan

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 13:17 WIB

Ini Capim KPK yang Mengaku Daftar Karena Ditunjuk Jaksa Agung

Ini Capim KPK yang Mengaku Daftar Karena Ditunjuk Jaksa Agung

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 13:15 WIB

Terkini

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB