TNI Minta Tambahan Anggaran Rp35 T, Malah Turun Rp7 T

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 07 September 2015 | 20:42 WIB
TNI Minta Tambahan Anggaran Rp35 T, Malah Turun Rp7 T
Pameran alutsista di Universitas Bung Karno, Jakarta, (31/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengoptimalkan dana yang diberikan pemerintah terhadap TNI tahun 2016, meski nilainya turun Rp7 triliun dari tahun 2015.

"Tentang masalah anggaran, penurunan anggaran ini sudah keputusan pemerintah. Kita serahkan kepada AD, AL, AU dan Mabes TNI, kemudian sudah kita bicarakan dan sudah final pemotongannya," kata Gatot usai rapat dengan Komisi I DPR, Senin (7/9/2015).

Gatot mengungkapkan TNI sebenarnya memberikan rancangan anggaran lebih besar yakni mencapai Rp35 triliun.

Jumlah rancangan anggaran dihitung dari perencanaan tahun 2014 yang belum terakomodasi serta adanya putusan presiden nomor 87/2015 tentang belanja pegawai dan tunjangan kinerja.

"Kenapa segitu, karena ada beberapa hal yang waktu perencanaan 2014 lalu belum terakomodasi. Dan ada keputusan presiden nomor 87/2015 tentang belanja pegawai dan tunjangan kinerja," kata Gatot.

"Serta asumsi anggaran sekarang ini kan dolarnya 12.500, padahal sekarang 14.000 lebih kan berapa persen tuh naiknya," tambahnya.

Gatot menerangkan nantinya anggaran 2016 akan digunakan, antara lain untuk penguatan kebijakan pemerintah soal poros maritim, persiapan menghadapi ancaman Laut Cina Selatan, penumpukan pasukan di Darwin, dan masalah global lainnya.

"Maka hal ini perlu ada evaluasi, dalam arti mana yang perlu prioritas. Misalnya, dari AU, perlu ada radar untuk deteksi udara, dan perlu ada pesawat tempur Sukhoi 35, misalnya, kemudian pesawat angkut. Lalu AL, perlu ada fregat, kapal selam kelas kilo, radar juga, hal-hal ini yang perlu jadi prioritas. Karena dengan poros maritim, kita perlu keunggulan laut dan keunggulan udara," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, masalah pengindraan lewat udara juga diperlukan. Hal itu untuk menutup celah yang berlubang dan belum terpayungi radar.

"(Drone) tentu (diperlukan) untuk pengindraan, dan untuk (mencegah) serangan," ujarnya.

Dalam rapat, Gatot juga menerangkan dari Rencana Kerja Anggaran 2015 di TNI sudah mencapai 56,64 persen. Nilai ini cukup bagus untuk pertangahan tahun ini. Dia pun berharap RKA mencapai 100 persen di akhir tahun nanti.

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI selalu mengalami kenaikan sejak 2010. Meski demikian, jumlahnya belum ideal dengan kebutuhan TNI. Sedangkan untuk perencanaan anggaran APBN 2016, usulan anggaran untuk TNI justru turun dibanding APBN 2015.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahas Anggaran, Komisi I DPR Rapat Tertutup Dengan TNI

Bahas Anggaran, Komisi I DPR Rapat Tertutup Dengan TNI

DPR | Senin, 07 September 2015 | 13:05 WIB

Revolusi Mental Mestinya Bisa Cegah Konflik TNI-Polri

Revolusi Mental Mestinya Bisa Cegah Konflik TNI-Polri

News | Kamis, 03 September 2015 | 16:03 WIB

Kapolda Sulselbar dan Pangdam Wirabuana Sepakat Redam Pasukan

Kapolda Sulselbar dan Pangdam Wirabuana Sepakat Redam Pasukan

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 22:24 WIB

Ada yang Lebih Serius dari Bentrok TNI Vs Polri Yaitu Ekonomi

Ada yang Lebih Serius dari Bentrok TNI Vs Polri Yaitu Ekonomi

News | Senin, 31 Agustus 2015 | 17:23 WIB

Terkini

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

5 Weton yang Berbakat Jadi Orang Kaya Menurut Primbon Jawa, Punya Garis Tangan Emas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:30 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Pemkot Bandar Lampung Sulap Pedestrian Jadi Solusi Banjir

Lampung | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:23 WIB

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:08 WIB

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:49 WIB

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur

Bali | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:14 WIB

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

×