Tersangka Bongkar Identitas Otak di Balik Bom Bangkok

Ruben Setiawan

Selasa, 08 September 2015 | 16:30 WIB
Tersangka Bongkar Identitas Otak di Balik Bom Bangkok
Salah satu tersangka bom Bangkok yang ditangkap di dekat perbatasan Thailand dengan Kamboja. (Reuters/Chaiwat Subprasom)

Suara.com - Seorang warga negara Cina disinyalir menjadi dalang di balik serangan bom di Kuil Erawan, Bangkok, Thailand. Menurut pengakuan seorang tersangka pengeboman yang kini meringkuk di tahanan polisi, si otak pengeboman kini sudah melarikan diri dari Thailand.

Sebagaimana dilansir Asia One, Yusufu Mieraili, salah satu tersangka yang ditangkap di Provinsi Sa Kaew, pekan lalu, berkoar bahwa ada seorang lelaki Cina yang terlibat dalam pengeboman. Menurut Mieraili, seperti dikutip seorang sumber terpercaya, si lelaki Cina adalah otak di balik serangan bom yang menewaskan 20 orang tersebut pada 17 Agustus 2015 lalu.

"Namanya Izan," kata Mieraili seperti dikutip sumber tersebut.

"Ia sudah meninggalkan Thailand lewat Bandara Suvarnabhumi tanggal 16 Agustus lalu," sambungnya.

Menurut pengakuan tersangka, enam orang terlibat dalam serangan bom Kuil Erawan dan bom di Sathorn Pier. Komplotan pelaku tersebut terdiri atas Izan, Mieraili, Adem Karadag, lelaki berkaos kuning dan lelaki berbaju biru yang terlihat dalam rekaman CCTV, serta seorang warga negara asing yang tidak diketahui identitasnya.

Masih menurut sumber itu, Izan menghubungi Mieraili dan anggota komplotan lainnya lewat aplikasi pesan WhatsApp. Kabarnya, para anggota komplotan tak saling kenal.

Oleh polisi, juga menurut informasi dari sumber yang sama, Mieraili dijerat dengan pasal pembuatan bom dan membeli materialnya melalui internet. Mieraili juga diminta memasukkan bom tersebut ke dalam sebuah tas ransel dan meletakkannya di sebuah bangku di tepian Kanal Phadung Krung Kasem, tanggal 17 Agustus silam.

"Mieraili belum pernah bertemu dengan lelaki berkaos kuning secara langsung," tambah sumber tersebut.

Meski sudah berhasil mengidentifikasi lelaki berkaos kuning, polisi masih belum mau mengungkap identitasnya. Lelaki berkaos kuning tersebut meninggalkan sebuah tas ransel di bangku komplek Kuil Erawan. Bom dalam tas tersebut meledak, menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 120 lainnya.

Sementara itu, para ledakan bom kedua, seorang lelaki berkaos biru terlihat menendang sebuah tas yang diyakini berisi bom ke dalam kanal di Sathorn Pier. Bom meledak keesokan harinya, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Sumber itu mengatakan, Mieraili berada di sekitar lokasi saat bom di Kuil Erawan meledak. Izan memintanya merekam insiden tersebut dan mengirimkannya via WhatsApp.

Namun, keterangan itu bertentangan dengan informasi yang disampaikan polisi. Polisi mengatakan, Mieraili tidak mengabadikan insiden tersebut karena takut menimbulkan kecurigaan.

Mieraili diserahkan kepada polisi, hari Senin (7/9/2015) setelah meringkuk di tahanan militer selama sepekan. (Asia One)

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Anjing Betina Susui Bayi Dua Tahun yang Terkunci di Bengkel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×