KPK Juga Masih Kumpulkan Bukti Terkait Kasus Pelindo II

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 12 September 2015 | 03:22 WIB
KPK Juga Masih Kumpulkan Bukti Terkait Kasus Pelindo II
Gedung KPK. (suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui pernah menerima laporan dugaan terjadinya korupsi dalam pengadaan mobil crane atau alat bongkar muat di PT Pelindo II. Dan untuk laporan tersebut KPK masih terus memprosesnya untuk menyelidikinya. Pimpinan sementara KPK, Johan Budi SP mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti laporan tersebut Direktur Utama PT Pelindo II R.J. Lino pernah dimintai keterangan dalam penyelidikan pada tahun 2014, untuk terus mengumpulkan barang bukti.

"Memang KPK pernah terima laporan pengaduan terkaitan dengan Pelindo II, oleh KPK ditindaklanjuti. Sampai hari ini saya belum tahu apakah yang ditangani Bareskrim Pelindo II itu sama dengan pengaduan itu," kata Johan di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015).

Dalam penyelidikan pengadaan mobil crane tersebut, lembaga antikorupsi ini juga telah memeriksa beberapa orang untuk dimintai keterangan. Sampai saat ini, kata Johan, KPK masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan.

"Iya masih pulbaket (pengumpulan bukti dan keterangan)," kata mantan juru bicara KPK tersebut.

Pada 15 April 2014, Johan yang saat itu masih menjabat sebagai juru bicara KPK mengatakan, pemeriksaan terhadap Lino terkait pengadaan mobil crane di beberapa dermaga tahun anggaran 2010. Proses penyelidikan berasal dari laporan masyarakat dan telah dimulai akhir tahun 2013. Bahkan, saat itu Johan menyebut bahwa nilai proyek mencapai puluhan miliar.

"Penyelidikan dari laporan masyarakat, dimulai akhir tahun lalu (2013). (Nilai proyek) mencapai (lebih) puluhan miliar," kata Johan pada Aparil 2014.

Serikat Pekerja Pelindo II pernah melaporkan pihak manajemen Pelindo ke KPK. Beberapa hal yang dilaporkan di antaranya, pengadaan dua unit Quay Container Crane (QCC) untuk Pelabuhan Tanjung Priuk yang dialihkan ke Pelabuhan Palembang dan Pontianak, penggunaan tenaga ahli dan konsultan yang dianggap tidak sesuai prosedur, megaproyek Kalibaru, pemilihan perusahaan bongkar muat di Tanjung Priok, serta perpanjangan kontrak perjanjian Jakarta International Container Terminal (JICT).

Usai dimintai keterangan pada 15 April 2014, RJ Lino saat itu mengklaim sudah mengambil kebijakan yang tepat terkait pengadaan crane di beberapa dermaga yakni di Palembang, Lampung dan Pontianak. Bahkan, Lino menyebut dirinya pantas diberi penghargaan lantaran sudah 'berhasil' membeli alat yang dipesan dengan harga yang murah.

Lino mengaku, proyek tahun anggaran 2010 itu sebenarnya memiliki nilai sekitar Rp 100 miliar. Alat yang dibeli itu sudah dipesan sejak 2007. Namun, sejak tahun 2007 proses lelang selalu gagal hingga akhirnya dia mengambil kebijakan untuk melakukan penunjukan langsung.

"Aturan kita ada. Jadi kalau lelang gagal itu bisa ada pemilihan langsung. Kalau pemilihan langsung gagal maka ada penunjukan langsung. Apalagi di lapangan kalian tahulah,"kata Lino.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah Dorong Pansus Pelindo II Naik Jadi Hak Angket

Fahri Hamzah Dorong Pansus Pelindo II Naik Jadi Hak Angket

News | Jum'at, 11 September 2015 | 14:35 WIB

Ini Maksud Kabareskrim Kunjungi KPK

Ini Maksud Kabareskrim Kunjungi KPK

News | Jum'at, 11 September 2015 | 12:40 WIB

Ini Alasan Kenapa Pansus Pelindo II Belum jadi Terbentuk

Ini Alasan Kenapa Pansus Pelindo II Belum jadi Terbentuk

News | Kamis, 10 September 2015 | 19:55 WIB

Bareskrim Siap Total Kerjasama dengan Pansus Pelindo II

Bareskrim Siap Total Kerjasama dengan Pansus Pelindo II

News | Kamis, 10 September 2015 | 16:15 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Masih Betah di Level Rp18.133

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Kenapa Wajah Malah Terlihat Kusam Setelah Memakai Sunscreen dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:42 WIB

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas

Lampung | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

×