Jepang Sesalkan Indonesia Pilih Cina Bangun Kereta Cepat

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 30 September 2015 | 10:05 WIB
Jepang Sesalkan Indonesia Pilih Cina Bangun Kereta Cepat
Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, berbicara dalam jumpa pers di Yerusalem, Selasa (20/1) [Reuters/Ammar Awad].

Suara.com - Pemerintah Jepang menyatakan kecewa dengan keputusan Indonesia yang akhirnya memilih Cina untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Jepang tak habis pikir.

Hal itu dinyatakan Sekertaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga di Tokyo, Selasa (29/9/2015) kemarin. Dia mengatakan Jepang telah kehilangan kontrak kereta api berkecepatan tinggi pertama di Indonesia.

Jepang menghadapi pukulan berat. Padahal Perdana Menteri Shinzo Abe tengah mengejar proyek-proyek infrastruktur di luar negeri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Suga bercerita jika keputusan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil yang berkunjung ke Jepang. Sofyan menjadi utusan khusus Presiden Joko Widodo.

Suga mengatakan Sofyan sudah menjelaskan jika Indonesia memilih proposal Cina. Sebab Cina sudah memperbaiki proposalnya dan menawarkan harga yang lebih murah dibanding Jepang. Bahkan Cina juga menjamin APBN Indonesia tidak akan digunakan untuk membangun. Begitu juga perjanjian pinjaman yang meringankan.

"Indonesia sulit dipahami dan sangat disesalkan," begitu kata Suka seperti dilansir Japan Times.

"Ini menentang kebijaksanaan umum. Aku ragu apakah itu akan berhasil," lanjut Suga.

Suka menjelaskan jika Jepang bahkan bukan hanya menawarkan rencana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, bahkan Jakarta-Surabaya.

"Ada banyak proyek infrastruktur yang kami telah menawarkan, tidak hanya proyek kereta api kecepatan tinggi Jakarta-Bandung, tetapi juga salah satu yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya," katanya.

Terlebih Jepang sudah diakui reputasinya oleh dunia dalam teknologi perkereta apian yang aman. Sebut saja kereta peluru Shinkansen yang selama puluhan tahun melesat antara kota tanpa kecelakaan fatal tunggal. Sementara di Cina sudah terjadi kecelakaan kereta dengan menelan korban 40 jiwa pada 2011. (Japan Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rini: Konsorsium KA Cepat Jakarta-Bandung Masuki Finalisasi

Rini: Konsorsium KA Cepat Jakarta-Bandung Masuki Finalisasi

Bisnis | Rabu, 09 September 2015 | 15:31 WIB

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Rencana Proyek Kereta Lagi

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Rencana Proyek Kereta Lagi

Bisnis | Jum'at, 04 September 2015 | 17:05 WIB

KA Cepat Diganti Menengah, Jepang: Belum Tentu Perusahaan Minat

KA Cepat Diganti Menengah, Jepang: Belum Tentu Perusahaan Minat

Bisnis | Jum'at, 04 September 2015 | 15:59 WIB

Ini Alasan Jepang-Cina Harus Ajukan Proposal Baru Proyek Kereta

Ini Alasan Jepang-Cina Harus Ajukan Proposal Baru Proyek Kereta

News | Jum'at, 04 September 2015 | 07:09 WIB

Terkini

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 16:46 WIB

×