Pembatik Asal Jepang Ciptakan Batik 'Kelas Dunia'

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2015 | 02:26 WIB
Pembatik Asal Jepang Ciptakan Batik 'Kelas Dunia'
Ilustrasi batik. (Shutterstock)

Suara.com - Seniman batik asal Jepang, Fusami Ito memperkenalkan batik renaissance. Batik ini memadukan desain tradisional Indonesia dengan kualitas tinggi standar internasional.

"Ini sebuah terobosan baru, renaissance sendiri artinya kelahiran kembali. Jadi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional Indonesia. Saya mendesain batik yang disesuaikan dengan selera pasar internasional, dalam hal ini Jepang," ujar Ito dalam prapameran batik rancangannya di Kediaman Duta Besar Jepang, Jakarta, Minggu (11/10/2015) malam.

Wanita yang menjabat sebagai Ketua Asosiasi Seniman Lintas Budaya (CCAA) itu mengatakan proyek batik renaissance dapat membantu meningkatkan taraf hidup pengrajin batik. Khususnya yang masih menggunakan teknik klasik seperti batik tulis dan batik cap.

Ito mengaku khawatir karena saat ini batik jenis printing atau cetak lebih merajai pasaran daripada jenis batik klasik yang sebenarnya memiliki nilai seni dan nilai jual lebih tinggi.

"Kebanyakan yang masuk ke Jepang itu batik `printing yang harganya murah. Saya ingin memperkenalkan ke masyarakat Jepang bahwa batik itu bermacam-macam jenisnya, saya mau mempromosikan batik bernilai seni tinggi yang pembuatannya lebih sulit dan harganya tidak murah sebab kita harus menghargai karya para pengrajin batik tulis yang mulai terpinggirkan," tuturnya.

Didominasi dengan motif bunga dan warna-warna lembut seperti merah muda, kuning, abu-abu, dan biru muda, Ito mengaku batiknya telah disesuaikan dengan selera orang-orang Jepang, diantaranya kain batik yang khusus untuk dijadikan kimono.

Ia pun menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam pembuatan batiknya.

"Desain batik saya dikerjakan oleh para pengrajin di tiga tempat yaitu di Solo, Madura, dan Pekalongan. Tapi khusus untuk proses pencelupan dilakukan di Solo karena saya harus melihat langsung dan mengontrol teknik serta kualitas bahan yang digunakan untuk mencelup batik," tutur wanita yang sempat mengenyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.

Karena menggunakan kain asli dari Jepang dan waktu pembuatan yang bisa memakan waktu hingga 1,5 tahun, harga yang dipasang untuk batik karya Ito pun tergolong mahal.

Untuk kain batik dua sisi sepanjang empat meter dijual dengan harga Rp10 juta hingga Rp25 juta. Sedangkan batik untuk kimono dengan lebar 30 centimeter dan panjang 12 meter, dijual dengan kisaran harga Rp20 juta-Rp60juta tergantung pada jenis bahan dan tingkat kesulitan dalam membuat.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Tanizai Yasuaki berharap proyek batik Renaissance yang diinisiasi Fusami Ito dapat menciptakan pasar bagi batik jenis baru tersebut.

Untuk melestarikan batik pastinya diperlukan sebuah pasar, orang-orang yang membeli. Dengan adanya desain dari Ibu Ito ini diharapkan kita bisa membantu meneruskan usaha para pengrajin batik tradisional Indonesia yang kian terhimpit," ujar Yasuaki.

Untuk menarik minat pasar, tak kurang dari 250 koleksi batik renaissance karya Fusami Ito akan dipamerkan untuk umum pada 14 Oktober mendatang di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemuda Asal Jawa Tengah Ini Kembangkan Batik Bakau

Pemuda Asal Jawa Tengah Ini Kembangkan Batik Bakau

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2015 | 20:35 WIB

DIY Segera Bangun Museum Batik

DIY Segera Bangun Museum Batik

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2015 | 02:18 WIB

Buku Ini Ungkap Sejarah Batik Kudus dari Masa ke Masa

Buku Ini Ungkap Sejarah Batik Kudus dari Masa ke Masa

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 20:39 WIB

Yuk, Belajar Membatik di Museum Tekstil!

Yuk, Belajar Membatik di Museum Tekstil!

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2015 | 08:07 WIB

Tribute to Batik 2015

Tribute to Batik 2015

Foto | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 16:08 WIB

Kawasan Batik Segera Dibangun di Garut

Kawasan Batik Segera Dibangun di Garut

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 05:13 WIB

Ini Kata Menteri Saleh Tentang Keunggulan Batik Indonesia

Ini Kata Menteri Saleh Tentang Keunggulan Batik Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 19:44 WIB

Best Western Tawarkan Berbagai Program Menarik di Hari Batik

Best Western Tawarkan Berbagai Program Menarik di Hari Batik

Press Release | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 16:54 WIB

Motif Batik Ini Amat Disukai Puteri Indonesia 2015

Motif Batik Ini Amat Disukai Puteri Indonesia 2015

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 15:45 WIB

Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 12:59 WIB

Terkini

Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan

Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan

News | Senin, 06 April 2026 | 07:05 WIB

Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru

Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru

News | Senin, 06 April 2026 | 07:03 WIB

Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel

Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel

News | Senin, 06 April 2026 | 06:35 WIB

Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara

Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara

News | Senin, 06 April 2026 | 06:26 WIB

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

News | Senin, 06 April 2026 | 06:13 WIB

Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump

Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump

News | Senin, 06 April 2026 | 06:05 WIB

Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran

Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 05:57 WIB

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:51 WIB

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:35 WIB

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB