Satu Lagi, Bayi Tewas Akibat Asap Kebakaran di Kalimantan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 16 Oktober 2015 | 00:04 WIB
Satu Lagi, Bayi Tewas Akibat Asap Kebakaran di Kalimantan
Petugas Manggala Agni dan TNI memadamkan sisa api yang membakar perkebunan kelapa sawit di Sungai Aur, Muaro Jambi, Sabtu (12/9). (Antara)

Suara.com - Agustinus, bayi penderita inspeksi saluran pernafasan (ISPA) di Singkawang, Kalimantan Barat akhirnya menninggal. Bayi itu berusia 1 bulan 3 hari.

Agustinus menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (14/10/2015) sekitar pukul 21.15 WIB. Bayi mungil itu meninggal setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di rumah sakit RSU Santo Vincentius Singkawang.

"Anak saya masuk rumah sakit sejak Senin lalu," kata Ferdinandus (29), orangtua bayi, di kediamannya Jl Gunung Bawang Nomor 42 E, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Kamis (15/10/2015).

Ferdinandus bercerita saat itu anaknya merasa kesulitan bernafas karena banyak lendir. "Lalu kami bawa ke bidan kemudian dirujuk ke rumah sakit, akhirnya anak saya diberi oksigen oleh petugas," ceritanya.

Saat berada di rumah sakit itulah, anaknya pun diberi perawatan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Santo Vincentius. "Suhu badan anak saya waktu itu naik turun dengan suhu mencapai 38,5 derajat celcius," katanya.

"Dan ketika diberi obat, suhu tubuh anak saya turun, namun setelah satu jam, suhu tubuhnya kembali panas. Tidak berapa lama anak saya sesak nafas dan diberi penguapan, kemudian wajahnya membiru, perawat mengatakan saat itu tidak apa-apa," katanya.

Selang beberapa menit kemudian, denyut jantung anaknya menjadi nol dan sempat turun naik. Sehingga kedua orang tuanya tidak mampu lagi melihat penderitaan yang dialami anaknya. Ferdinandus mengungkapkan, memang kabut asap sempat masuk ke dalam rumahnya beberapa waktu lalu.

"Kabut asap cukup pekat dan masuk ke dalam rumah. Bahkan masuk ke kamar. Dan kedua anak saya yang lain semuanya pakai masker ketika di dalam rumah," katanya.

Namun, dia tidak menyangka jika anaknya yang paling bungsu ini akhirnya terkena ISPA. Kurni, ibu korban mengaku syok dan sangat bersedih atas meninggalnya bayi kesayangannya.

"Sebelum sakit, dia kuat menyusui badan, bahkan beratnya sampai empat kilo gram. Tapi ketika sakit, dia tidak mau lagi," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG: 315 Titik Panas Selimuti Sumatera

BMKG: 315 Titik Panas Selimuti Sumatera

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 10:21 WIB

Kabut Asap di Barito Utara Semakin Pekat

Kabut Asap di Barito Utara Semakin Pekat

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 08:00 WIB

DPR: Perkuat Budaya Pengurangan Risiko Bencana

DPR: Perkuat Budaya Pengurangan Risiko Bencana

DPR | Rabu, 14 Oktober 2015 | 16:24 WIB

IDI Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Asap

IDI Kerahkan Seluruh Dokter Tangani Korban Asap

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 14:14 WIB

Masih Ada 251 Titik Panas di Kalimantan Timur

Masih Ada 251 Titik Panas di Kalimantan Timur

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 04:23 WIB

Komisi II Desak Pemerintah Terbitkan Perpres Bencana Kabut Asap

Komisi II Desak Pemerintah Terbitkan Perpres Bencana Kabut Asap

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 20:15 WIB

Penggunaan Masker Bedah untuk Asap, Ini Penjelasan Kemenkes

Penggunaan Masker Bedah untuk Asap, Ini Penjelasan Kemenkes

Health | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:09 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×