Kabut Asap Pekat, Warga Samarinda Keluhkan Rasa Pedih di Mata

Ruben Setiawan

Minggu, 18 Oktober 2015 | 05:37 WIB
Kabut Asap Pekat, Warga Samarinda Keluhkan Rasa Pedih di Mata
Ilustrasi pengendara sepeda motor menembus udara berkabut. (Antara)

Suara.com - Sejumlah warga di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam beberapa hari terakhir mengaku matanya pedas ketika mengenderai sepeda motor tanpa kaca mata, akibat kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari ini.

"Pekan lalu, ada sekitar tiga hari cuacanya cerah karena kabut asap menipis, bahkan terik matahari sangat panas tanpa halangan asap, tapi mulai tiga hari terakhir kabut asap semakin tebal, sampai-sampai mataku pedas setelah mengendarai sepeda motor," kata Ismail, warga Kelurahan Kampung Jawa,  kepada Antara di Samarinda, Sabtu (17/10/2015).

Senada dengan Ismal, Rahmat yang merupakan warga Kelurahan Air Putih, Samarinda, juga mengaku matanya pedas ketika mengendarai sepeda motor, bahkan jarak pandangnya juga tidak sejauh seperti hari-hari normal sebelumnya akibat tertutup kabut asap.

Ia berharap agar pemerintah melakukan tindakan nyata dalam mengurangi kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan, misalnya melakukan hujan buatan, kemudian menindak pelaku pembakar hutan maupun lahan jika terbukti melakukan pembakaran dengan sengaja.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian, agar tidak membakar lahan karena akan merusak lingkungan, bahkan dampak membakar lahan sangat luas karena bisa merugikan orang banyak dan menyebabkab berbagai penyakit.

Sementara itu, kabut asap yang melanda di Kota Samarinda, bukan hanya kiriman dari berbagai wilayah seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan, tetapi dari Kalimantan Timur sendiri juga terdapat beberapa titik api sebagai penyumbang tebalnya kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisiko (BMKG) Samarinda, titik api (hotspot) yang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan drastis.

Bahkan pada pada Kamis, dua hari lalu, merupakan titik api tertinggi di Kaltim sepanjang musim kemarau ini.

Menurut Kepala BMKG Samarinda Sutrisno, titik api di Kaltim beberapa hari sebelumnya tercatat 85 titik. Namun pada Kamis, 15 Oktober naik drastis hingga mencapai 537 titik.

"Titik api tersebut tersebar di sejumlah daerah di Kaltim, seperti Kabupaten Kutai Kartanegara terdeteksi 223 titik, Kabupaten Paser 131 titik, Kabupaten Kutai Timur 126 titik, Kabupaten Penajam paser Utara 25 titik, dan Kabupaten Kutai Barat terdeteksi 20 titik api," kata Sutrisno. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Final Piala Dunia 2026 Terancam Kabut Asap, Duel Argentina vs Spanyol dalam Ancaman Kebakaran Hutan

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?

Kapolri Turun Langsung Cek Karhutla di Riau, Gara-gara Asap Sampai ke Luar Negeri?

News | Kamis, 24 Juli 2025 | 19:37 WIB

Karhutla Riau 2025: Cuaca Panas, Kebakaran Meluas hingga Asap ke Malaysia

Karhutla Riau 2025: Cuaca Panas, Kebakaran Meluas hingga Asap ke Malaysia

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:58 WIB

Diprotes Malaysia, Mahfud MD Pastikan Tidak Ada Kiriman Asap ke Negara Tetangga

Diprotes Malaysia, Mahfud MD Pastikan Tidak Ada Kiriman Asap ke Negara Tetangga

News | Senin, 09 Oktober 2023 | 12:52 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Malaysia Tawarkan Bantuan Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Your Say | Sabtu, 07 Oktober 2023 | 20:58 WIB

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Sabtu, 07 Oktober 2023 | 19:12 WIB

Malaysia Salahkan Kabut Asap Impor dari Indonesia, Diduga Berasal dari Pembukaan Lahan Sawit

Malaysia Salahkan Kabut Asap Impor dari Indonesia, Diduga Berasal dari Pembukaan Lahan Sawit

Lifestyle | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 11:53 WIB

Palembang Masih Diliputi Kabut Asap, Laga Indonesia vs Brunei Darussalam Pindah ke GBK

Palembang Masih Diliputi Kabut Asap, Laga Indonesia vs Brunei Darussalam Pindah ke GBK

Your Say | Rabu, 04 Oktober 2023 | 07:16 WIB

Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa

Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa

Lifestyle | Selasa, 03 Oktober 2023 | 14:53 WIB

Efek Kabut Asap, Berikut 3 Risiko Penyakit yang Dapat Muncul

Efek Kabut Asap, Berikut 3 Risiko Penyakit yang Dapat Muncul

Your Say | Selasa, 03 Oktober 2023 | 09:53 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×