Ketika Menhan-Panglima TNI Beda Pernyataan soal Latihan Perang

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2015 | 16:07 WIB
Ketika Menhan-Panglima TNI Beda Pernyataan soal Latihan Perang
Upacara Serah Terima Jabatan di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Cina mengusulkan latihan militer bersama dengan negara-negara Asia Tenggara di Laut Cina Selatan pada tahun 2016. Termasuk dengan Indonesia.

Dua petinggi, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditanyai soal ajakan ini. Hasilnya, mereka beda pernyataan yang sangat jauh kepada wartawan.

Ryamizard mengatakan, tidak ada ajakan latihan militer bersama dari Menteri Pertahanan Cina untuk penyelamatan laut dan penanganan bencana di Laut Cina Selatan. Namun yang digagas Menhan Cina, Chang Wanquan‎ adalah mengajak negara-negara ASEAN untuk patroli bersama di laut Cina Selatan.

"‎Bukan latihan bersama tapi patroli bersama. Kan mau mengamankan laut Cina Selatan, jangan dibiarkan doang dong, harus ada upaya," kata Ryamizard di Gedung DPR Jakarta, Senin (19/10/2015).

Menurutnya, patroli bersama antar negara-negara ASEAN yang digagas Cina pada 2016 itu perlu persiapan. Hal itu sudah dikoordinasikan beberapa bulan lalu.

"‎Patroli bersama kan tidak ujuk-ujuk (tiba-tiba), perlu ada persiapan dulu. Kami sudah berkoordinasi sudah beberapa bulan," terangnya.

Sementara, Pernyataan Menhan ini bertolak belakang dengan Gatot Nurmantyo. Padahal mereka ditemui di tempat yang sama. Gatot mengatakan dengan tegas menolak ajakan latihan bersama Cina dengan negar-negara ASEAN di Laut Cina Selatan.

Terkait hal itu, dia menjelaskan, latihan bersama berbeda dengan patroli bersama yang bertujuan untuk perdamaian negara-negara yang bertikai di laut Cina Selatan. Menurutnya berbeda dengan latihan militer bersama yang cenderung latihan perang.

"Patroli bersama ini untuk perdamaian, kalau latihan perang untuk perang. Jadi perdamaian, dalam pembukaan UUD 45', kita ikut menjaga ketertiban perdamaian dunia. Kenapa tidak boleh (patroli bersama). Tidak ada perang kedepan, dan Cina tidak akan mengklaim (laut Cina Selatan," tandasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini menambahkan, hubungan Indonesia dengan Tiongkok ‎cukup baik. Ia menilai, persoalan tersebut sengaja ada yang membesar-besarkan isunya.

"Pertemuan dengan Cina sangat baik. Cina membuka Asean, ini rumah kita bersama. Sudahlah, kita damai saja," katanya.

‎Sebelumnya, Cina mengusulkan latihan militer bersama dengan negara-negara Asia Tenggara di Laut Cina Selatan pada tahun 2016. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Cina, Chang Wanquan, dalam pertemuan informal menteri pertahanan negara-negara Asean.

Wanquan mengatakan, latihan bersama itu nantinya akan dipusatkan pada penyelamatan di laut dan bantuan bencana.

"Latihan akan menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan bersama memecahkan perselisihan dan mengendalikan risiko," kata Kementerian Pertahanan China, Jumat (16/10/2015).

Usulan ini datang sepekan setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal lautnya ke wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh Cina. Langkah AS itu dinilai untuk menegur China atas klaimnya terhadap wilayah perairan internasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panglima TNI Ingatkan Komandan Upacara Jangan "Bentak" Presiden

Panglima TNI Ingatkan Komandan Upacara Jangan "Bentak" Presiden

News | Minggu, 04 Oktober 2015 | 02:34 WIB

Ini Alasan Personel TNI Tak Bisa Hentikan Kabut Asap

Ini Alasan Personel TNI Tak Bisa Hentikan Kabut Asap

News | Minggu, 27 September 2015 | 13:33 WIB

Kapolri, Panglima dan Menko Rapat Antisipasi Gejolak Ekonomi

Kapolri, Panglima dan Menko Rapat Antisipasi Gejolak Ekonomi

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 20:23 WIB

Panglima TNI Bantah Badan Siber Nasional Kerjasama Dengan CIA

Panglima TNI Bantah Badan Siber Nasional Kerjasama Dengan CIA

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 08:36 WIB

Panglima TNI: Prajurit Bantu Membangun Puluhan Kios di Tolikara

Panglima TNI: Prajurit Bantu Membangun Puluhan Kios di Tolikara

News | Kamis, 23 Juli 2015 | 20:27 WIB

TNI Selidiki Keterkaitan OPM dalam Kasus Tolikara

TNI Selidiki Keterkaitan OPM dalam Kasus Tolikara

News | Kamis, 23 Juli 2015 | 17:46 WIB

Bahas Tolikara, Panglima TNI dan Kapolri Kumpul di Rumah Sutiyoso

Bahas Tolikara, Panglima TNI dan Kapolri Kumpul di Rumah Sutiyoso

News | Kamis, 23 Juli 2015 | 10:38 WIB

Ini Pesan Jenderal Moeldoko untuk Penggantinya

Ini Pesan Jenderal Moeldoko untuk Penggantinya

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 11:47 WIB

Sertijab Panglima TNI

Sertijab Panglima TNI

Foto | Selasa, 14 Juli 2015 | 11:21 WIB

Sertijab Panglima TNI, Alutsista dari Tiga Matra Ikut Dipamerkan

Sertijab Panglima TNI, Alutsista dari Tiga Matra Ikut Dipamerkan

News | Selasa, 14 Juli 2015 | 08:34 WIB

Terkini

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:19 WIB

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:07 WIB

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:05 WIB

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:03 WIB

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:57 WIB

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

Soal Calon Pimpinan KPK: MK Putuskan Tak Perlu Mundur dari Jabatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:52 WIB

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

Masa Depan Kalian di Dasar Laut! Iran Ancam 'Tendang' Militer AS dari Timur Tengah

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:48 WIB

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

Harga Mati! Iran Siap Perang Demi Pertahankan Teknologi Nuklir dan Rudal Canggih

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:42 WIB

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

Buruh Kompak di Era Prabowo, Jumhur Puji Peran Krusial Sufmi Dasco Ahmad

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB