78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap

Laban Laisila

Senin, 19 Oktober 2015 | 22:53 WIB
78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap
Asap Pekat di Bandara Pekanbaru. [Antara]

Suara.com - Jadwal 78 penerbangan di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (19/10/2015), batal akibat kabut asap pekat yang menyelimuti bandara tersebut.

"Bandara SSK II Pekanbaru kembali lumpuh. Seluruh jadwal penerbangan hari ini (Senin) dipastikan batal," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan di Pekanbaru.

Dia menjelaskan, dua penerbangan terakhir yang dipastikan batal yakni Lion Air dan Malindo Air rute Jakarta-Pekanbaru dengan kode penerbangan JT 392 dan I'd 7067 pada pukul 21.00 WIB.

Seluruh maskapai yang telah membatalkan penerbangan hari Senin adalah Citilink, Air Asia, Sriwijaya, Garuda Indonesia, Malindo, Lion Air dan Fire Fly.

Secara keseluruhan saat ini terdapat 11 maskapai yang melayani lebih dari 70 rute penerbangan domestik dan internasional di Bandara SSK II Pekanbaru setiap harinya dengan rata-rata 8 ribu penumpang.

Menurut Ibnu, kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan terus menyelimuti Bandara tersebut sejak Senin pagi.

"Tadi pagi jarak pandang sempat berkisar 100 meter. Sempat membaik namun hanya sejauh 800 meter sehingga tidak memungkinkan pilot untuk melakukan pendaratan," ujarnya.

Akibat pembatalan puluhan penerbangan itu, ribuan calon penumpang menjadi terlantar. Ibnu mengatakan calon penumpang terlihat mengular di depan Customer Service Bandara untuk melakukan penjadwalan ulang dan "re-fund".

Bandara SSK II Pekanbaru sejak September 2015 lalu terus mengalami gangguan penerbangan akibat kabut asap. Setiap harinya puluhan penerbangan mengalami gangguan baik itu pembatalan maupun keterlambatan.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru menyebut jarak pandang di beberapa wilayah Riau tak kunjung membaik.

"Jarak pandang di Pekanbaru hanya 800 meter, Pelalawan 600 meter, Kota Dumai 1.000 meter dan Rengat 2.000 meter. Semuanya memburuk akibat kabut asap," ungkap Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.

Memburuknya jarak pandang menurut Sugarin, dikarenakan di Pulau Sumatera masih terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini dindikasikan dari terpantaunya titik panas di sejumlah wilayah Sumatera.

"Sore ini masih terpantau 124 titik panas di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan masih mendominasi dengan 99 titik, Bangka Belitung 22, Jambi 3 dan Riau tidak ada atau nihil titik panas," jelas Sugarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Kehutanan: 1,7 Juta Hektar Lahan dan Hutan Terbakar

Menteri Kehutanan: 1,7 Juta Hektar Lahan dan Hutan Terbakar

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 17:59 WIB

Pekanbaru Perpanjang Darurat Asap Hingga Tak Terbatas

Pekanbaru Perpanjang Darurat Asap Hingga Tak Terbatas

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 14:34 WIB

Polisi Larang Nelayan Melaut Karena Asap

Polisi Larang Nelayan Melaut Karena Asap

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 05:30 WIB

Terkini

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×