Kualitas Udara di Samarinda Makin Memburuk

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2015 | 22:29 WIB
Kualitas Udara di Samarinda Makin Memburuk
Artis Melawan Asap. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Nina Endang Rahayu mengungkapkan, kualitas udara di daerah itu sudah masuk pada level tidak sehat selama beberapa hari terakhir.

"Wilayah Kota Samarinda berada di kotak warna coklat yang artinya kualitas udaranya sudah tidak sehat. Sedikit lagi mendekati warna merah yang berarti sangat tidak sehat sedangkan paling buruk di warna ungu. Tetapi, jika berangsur membaik akan bergeser ke warna kuning dan selanjutnya ke warna hijau. Kami berharap kabut asap tidak bertambah parah," kata Nina Endang Rahayu saat dihubungi di Samarinda, Selasa (20/10/2015).

Di sebagian wilayah Pulau Sumatera kata Nina Endang Rahayu, umumnya sudah berada di kotak warna merah dan mendekati ungu.

"Itu artinya sudah hampir sangat parah. Kalau di Samarinda sendiri pantauan kami yang kualitas udaranya paling tidak sehat itu berada saat pagi hari hingga pukul 11.00 Wita. Tapi bukan berarti malam hari aman sehingga kami mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker," katanya.

"Kami juga akan segera bersurat ke Dinas Pendidikan agar mengimbau sekolah-sekolah untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan," ujar Nina Endang Rahayu.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda lanjut dia, juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.

"Kalaupun terpaksa, harus menggunakan pelindung tubuh, khususnya masker karena ancaman yang paling serius adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)," katanya.

Selain sosialisasi, Dinas Kesehatan Kota Samarinda tambah Nina Endang Rahayu, juga telah membagikan masker kepada masyarakat.

"Kami juga telah meminta setiap Puskesmas yang ada di Kota Samarinda untuk mensosialisasikan bahaya jika terus menerus terpapar kabut asap. Sejauh ini, belum ada lonjakan angka warga yang terserang ISPA namun akibat kabut asap yang semakin tebal sehingga langkah pencegahan yang paling penting harus dilakukan," ujarnya.

"Langkah pencegahan yang paling baik yakni, dengan mengedepankan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) serta mengurangi aktivitas luar ruangan dan selalu menggunakan masker," kata Nina Endang Rahayu.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Samarinda, Abdul Aziz, mengatakan, belum bisa memastikan kualitas udara saat di daerah itu.

"Kami telah melakukan uji kualitas udara awal bulan ini namun hasilnya belum diketahui. Jadi, kami belum bisa menyimpulkan apakah kualitas udara saat ini baik ataukah tidak," kata Aziz. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penderita ISPA di Kaltim Capai 39.804 Orang

Penderita ISPA di Kaltim Capai 39.804 Orang

Health | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:42 WIB

Pemerintah Klaim Sudah Guyur Hutan dengan 96 Juta Liter Air

Pemerintah Klaim Sudah Guyur Hutan dengan 96 Juta Liter Air

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:01 WIB

Total Sudah Enam Ribu Orang di Penajam Menderita ISPA

Total Sudah Enam Ribu Orang di Penajam Menderita ISPA

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 23:13 WIB

78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap

78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 22:53 WIB

Terkini

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB