Total Sudah Enam Ribu Orang di Penajam Menderita ISPA

Laban Laisila | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2015 | 23:13 WIB
Total Sudah Enam Ribu Orang di Penajam Menderita ISPA
Aksi jurnalis peduli korban kabut asap (Kurniawan Mas'ud/Suara.com)

Suara.com - Penderita ISPA (infeksi saluran pernapasan akut/atas) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada periode Juli hingga September 2015 mencapai 6.663 orang.

"Terjadi peningkatan jumlah warga yang terkena penyakit ISPA sekitar 638 orang sepanjang Juli sampai September 2015," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Arnold Wayong, saat dihubungi di Penajam, Senin (19/10/2015).

Penderita ISPA di Kabupaten Penajam Paser Utara kata Arnold Wayong, pada Juli sebanyak 1.819 orang dan mengalami peningkatan 568 orang pada Agustus 2015, sehingga menjadi 2.387 penderita.

Kemudian terjadi lagi peningkatan penderita ISPA sebanyak 70 orang sehingga pada September 2015, penderita ISPA mencapai 2.457 orang.

"Kami belum mengetahui jumlah warga yang terkena ISPA pada periode Oktober 2015, karena laporan dari masing-masing puskesmas belum lengkap. Nanti pada November, baru bisa diketahui apakah ada peningkatan atau penurunan penderita ISPA pada Oktober 2015," katanya.

"Warga yang terserang ISPA itu mayoritas masih berusia balita dan anak-anak, yakni usia satu sampai delapan tahun," ungkap Arnold Wayong.

Peningkatan penderita ISPA di Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut Arnold Wayong, akibat udara yang tidak sehat karena daerah itu diselimuti kabut asap.

Namun peningkatan tersebut tambahnya, tidak terlalu signifikan sehingga kawasan itu belum ditetapkan darurat ISPA.

"Bisa ditetapkan darurat ISPA, jika ada kenaikan dua kali lipat dari jumlah penderita sebelumnya, baik per pekan maupun per bulan atau ada insiden KLB (kejadian luar biasa) yakni ada kematian penderita ISPA," ujar Arnold Wayong.

Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara kata Arnold Wayong, telah melakukan berbagai upaya, termasuk sosialisasi ke seluruh puskesmas agar mengimbau masyarakat meningkatkan prilaku hidup sehat.

"Seluruh puskesmas yang tersebar di empat kecamatan diinstruksikan untuk melakukan penanganan penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak kabut asap serta mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada hal yang penting," ungkap Arnold Wayong. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap

78 Penerbangan di Bandara Pekanbaru Batal Gara-gara Asap

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 22:53 WIB

Menteri Kehutanan: 1,7 Juta Hektar Lahan dan Hutan Terbakar

Menteri Kehutanan: 1,7 Juta Hektar Lahan dan Hutan Terbakar

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 17:59 WIB

Pekanbaru Perpanjang Darurat Asap Hingga Tak Terbatas

Pekanbaru Perpanjang Darurat Asap Hingga Tak Terbatas

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 14:34 WIB

Polisi Larang Nelayan Melaut Karena Asap

Polisi Larang Nelayan Melaut Karena Asap

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 05:30 WIB

Terkini

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:05 WIB

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:49 WIB

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:35 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 12:18 WIB

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:08 WIB

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 10:06 WIB

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:00 WIB

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB