Panglima TNI Bawa Pasukan Khusus Ikut Hari Santri di Tuprok

Siswanto, Erick Tanjung

Kamis, 22 Oktober 2015 | 11:16 WIB
Panglima TNI Bawa Pasukan Khusus Ikut Hari Santri di Tuprok
Peringatan Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Ratusan warga Nahdlatul Ulama memperingati Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

Kegiatan tersebut dihadiri Rais Am sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Suara shalawat terus bergema di Tugu Proklamasi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama membacakan deklarasi Hari Santri Nasional untuk mengenang resolusi jihad yang disampaikan K. H. Hasyim Ashari dalam menjaga kemerdekaan.

Ketua PBNU Bidang Hukum dan HAM Robikin Emhas mengatakan perayaan Hari Santri Nasional merupakan simbolisasi untuk menggelorakan kembali semangat juang para kyai dan santri.

"Dulu deklarasi resolusi jihad untuk melawan kolonial, sekarang melawan kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan. Serta untuk meneguhkan keutuhan dan kedaulatan NKRI," kata dia.

Dalam pidato tadi, Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku menghadiri acara ini tidak sendirian. Dia bersama pasukan khusus dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

"Saya datang dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Marinir, Paskhas, Kopassus, dan Armet. Ini menunjukkan kepada generasi muda, bahwa kemerdekaan bukan lahir dari TNI, tapi dari kekuatan dan perjuangan rakyat Indonesia. TNI lahir setelah Indonesia merdeka, jadi TNI adalah anak kandung rakyat," kata Gatot.

Perayaan Hari Santri Nasional ditandai dengan Kirab Santri dari Surabaya dan finish di Tugu Proklamasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua Umum MUI: Hari Santri Penghargaan bagi Ulama

Ketua Umum MUI: Hari Santri Penghargaan bagi Ulama

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 21:39 WIB

Muhammadiyah Keberatan dengan Penetapan Hari Santri Nasional

Muhammadiyah Keberatan dengan Penetapan Hari Santri Nasional

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 00:10 WIB

Presiden Tandatangani Keppres Hari Santri 22 Oktober

Presiden Tandatangani Keppres Hari Santri 22 Oktober

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 16:17 WIB

Presiden Setuju 22 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Santri

Presiden Setuju 22 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Santri

News | Rabu, 07 Oktober 2015 | 03:19 WIB

HNW Tak Sepakat dengan Jokowi Soal Hari Santri

HNW Tak Sepakat dengan Jokowi Soal Hari Santri

News | Jum'at, 24 Oktober 2014 | 19:15 WIB

Terkini

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

RUU Polri Atur Penempatan Polisi di Luar Institusi, Ini Perbedaan Usulan DPR dan Pemerintah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:20 WIB

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jelang Duel Indonesia vs Oman, Polisi Kerahkan 1.400 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:55 WIB

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

Dijaga Ketat Brimob Bersenjata Laras Panjang, Rumah Silmy Karim Masih Digeledah KPK Sore Ini

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:51 WIB

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

Pengamat Soal Alarm '98 Jilid 2': Keresahan Publik Sudah Sangat Besar

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:37 WIB

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:32 WIB

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

Oknum Brimob Ini Tak Cukup Dipecat, Bareskrim Turun Tangan Usut Perannya di Sarang Narkoba Samarinda

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:18 WIB

DPR: Korupsi di Imigrasi Jakarta Barat Cederai Reputasi Indonesia di Mata Dunia

DPR: Korupsi di Imigrasi Jakarta Barat Cederai Reputasi Indonesia di Mata Dunia

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:12 WIB

Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain

Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:50 WIB

Bukan Lagi Desain Keren, Tampilan Bungkus Rokok dan Vape Bakal Dibuat Seragam Begini

Bukan Lagi Desain Keren, Tampilan Bungkus Rokok dan Vape Bakal Dibuat Seragam Begini

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:49 WIB

KPK Buru Bukti Baru di Rumah Silmy Karim, Usut Aliran Rp145,5 Miliar Pemerasan Izin Tinggal WNA

KPK Buru Bukti Baru di Rumah Silmy Karim, Usut Aliran Rp145,5 Miliar Pemerasan Izin Tinggal WNA

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:37 WIB