Dua Hari Terakhir, Asap di Riau Berwarna Kuning

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 23 Oktober 2015 | 06:31 WIB
Dua Hari Terakhir, Asap di Riau Berwarna Kuning
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau, Senin (14/9). (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan, fenomena asap seperti berwarna kuning dalam dua hari terakhir menimpa Kota Pekanbaru akibat kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Riau.

"Asap warna kuning bisa jadi karena sumber asapnya tidak jauh dari daerah tersebut. Jadi, asapnya masih sangat benar-benar pekat," papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Kamis (22/10/2015).

Ia berujar, berberapa hari terakhir di Provinsi Riau terjadi lonjakan titik panas seperti di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu, meski sebagian besar karlahut di Sumatera masih terkosntrasi di Sumatera Selatan.

Hari ini, BMKG merilis 31 titik panas tersebar pada empat kabupaten di Riau diantaranya seperti Indragiri Hulu 15 titik dan Pelawawan 12 titik. Sementara dari 656 titik panas di Sumatera, 572 titik masih terpusat di Sumatera Selatan.

Sehari sebelumnya, tidak terdeteksi titik panas di Pelalawan, sementara di Indragiri Hulu terpantau tujuh titik, Kepulauan Meranti terpantau satu titik dan Indragiri Hilir tiga titik. Sementara di Sumatera 633 titik panas dan 462 titik diantaranya di Sumatera Selatan.

"Jadi kemungkinan asap lebih pekat, sehingga berwarna kuning. Kan kemarin beberapa wilayah di Riau sempat terbakar beberapa daerah. Belum lagi yang dari luar bersifat tambahan," katanya.

Slamet menampik jika asap berwarna kuning berasal dari provinsi tetangga seperti Jambi atau Sumatera Selatan. "Kalau asap dari Jambi atau Sumsel tidak mungkin kuning karena jaraknya cukup jauh dari Kota Pekanbaru," ucap dia.

Komandan Satuan Tugas Darurat Pencemaran Udara Riau, Brigjen TNI Nurendi menyatakan kualitas udara di Provinsi Riau selama tiga hari terakhir dalam tingkat "berbahaya" akibat tercemar asap kebakaran lahan dan hutan.

"Saya sangat prihatin karena tiga hari terakhir udara sudah dalam kategori berbahaya, kalau dari warna indikator sudah hitam semua, " kata Brigjen TNI Nurendi.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada enam wilayah di Riau menunjukkan semua dalam tingkat "Berbahaya". Rata-rata ISPU di Riau sudah melebihi 500 dengan kandungan konsentrasi polutan hampir capai 1.000 PM10 (particulate matter).

"Dibandingkan tahun lalu, kondisi sekarang telah terjadi peningkatan yang drastis," katanya.

Total warga sakit akibat dampak asap sudah mencapai 80.263 orang sejak September 2015. Paling banyak warga menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) mencapai 67.300 orang, diikuti penderita asma 3.130 orang, iritasi mata 3.754 orang dan pneumonia 1.100 orang.

"Saya minta ke dinas kesehatan untuk gencarkan kampanye kesehatan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polri Tangani 262 Kasus Kebakaran Hutan di Sumatera-Kalimantan

Polri Tangani 262 Kasus Kebakaran Hutan di Sumatera-Kalimantan

News | Jum'at, 23 Oktober 2015 | 00:18 WIB

Terpapar Asap, Bayi di Pasaman Meninggal Dunia

Terpapar Asap, Bayi di Pasaman Meninggal Dunia

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 23:16 WIB

BNPB Kesulitan Padamkan Api di Lahan Gambut

BNPB Kesulitan Padamkan Api di Lahan Gambut

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 22:03 WIB

Bandara Pekanbaru Lumpuh Total karena Angin dan Asap

Bandara Pekanbaru Lumpuh Total karena Angin dan Asap

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 18:03 WIB

Terkini

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:59 WIB

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB