Terpapar Asap, Bayi di Pasaman Meninggal Dunia

Laban Laisila

Kamis, 22 Oktober 2015 | 23:16 WIB
Terpapar Asap, Bayi di Pasaman Meninggal Dunia
Suasana kota yang masih diselimuti asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (2/10).

Suara.com - Bayi bernama Salsabila Nadifa berusia tiga bulan, warga Utanauli, Nagari Tarung-Tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, meninggal diduga akibat terpapar kabut asap setelah dirawat selama sepuluh menit di RSUD Lubuk Sikaping.

Seorang Dokter di RSUD Lubuk Sikaping, Dr Khairunnisa mengatakan, ada masalah di paru-paru bayi itu, apakah dia korban kabut asap atau tidak belum bisa dijelaskan, namun, dari ciri-ciri ditemukan ada indikasi korban meninggal akibat terpapar asap.

"Begitu tiba di RSUD, badan kondisi bayi membiru, mengindikasikan ada gejala paru-paru dan badan lemas, denyut jantung 40 per menit. Kondisi bayi sudah kritis. Kita menangani bayi sekitar 10 menit, dan nyawanya tak tertolong lagi, Kamis sore, sekitar pukul 16.00 WIB almarhumah menghembuskan napas terakhir," kata Khairunnisa di Lubuk Sikaping, Kamis (22/10/2015).

Sebelum dibawa ke RSUD tersebut, almarhumah Salsabila Nadifa, yang merupakan anak pertama dari pasangan Asmarani (23) dan Gusrizal (29), di daerah tempat tinggalnya saat ini diselimuti asap pekat, yang merupakan kabut asap kiriman, dimana pada Kamis (22/10/2015), ada pada level berbahaya.

"Sejak lahir kondisi anak saya sehat-sehat saja, namun pagi sebelum ia meninggal dia saya bawa bermain ke luar rumah, saat kabut asap begitu pekat," kata orang tua almarhumah, Asmarani.

Setelah itu, kata Asmarini, anaknya mulai mengalami gejala aneh, dan kesulitan bernapas, melihat kondisi anaknya, ia dan suaminya langsung melarikan anaknya ke Puskesmas terdekat.

"Setelah dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 15.00 WIB, mereka menyarankan Salsabila dirujuk ke RSUD Lubuksikaping," jelasnya.

Dia menambahkan, dari keterangan dokter yang menangani, anaknya itu mengalami penyempitan saluran pernapasan, namun, tidak jelaskan secara rinci apa penyebabnya.

"Anak saya sejak lahir normal, dia sehat tak pernah sakit," katanya.

Sementara itu, Zuraidah (63), nenek korban menduga cucunya tewas akibat terpapar asap, setelah sang ibu membawa cucunya itu bermain di luar rumah di pagi hari.

Jenazah baru diantar ke rumah duka, dengan ambulans ke rumah duka di Rao, sekitar pukul 18.30 WIB, setelah sebelumnya dilakukan observasi terhadap bayi tersebut.

Sehubungan dengan itu, dari data BPBD setempat, kualitas udara Kabupaten Pasaman, masuk pada level berbahaya juga berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKG) yang melaporkan, tingkat pencemaran udara di daerah itu mencapai 465 Ug/meter persegi.

Kualitas udara yang menjadi tolak ukur udara di daerah itu, yakni di daerah Kototabang, dimana untuk kategori Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masuk kategori berbahaya, dimana untuk ISPU sehat seharusnya dengan PM10 antara 1 sampai 50 ug/m3. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB Kesulitan Padamkan Api di Lahan Gambut

BNPB Kesulitan Padamkan Api di Lahan Gambut

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 22:03 WIB

Bandara Pekanbaru Lumpuh Total karena Angin dan Asap

Bandara Pekanbaru Lumpuh Total karena Angin dan Asap

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 18:03 WIB

Di Maluku-Papua, Ada 215 Titik Api Pemicu Kebakaran

Di Maluku-Papua, Ada 215 Titik Api Pemicu Kebakaran

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 17:41 WIB

Bandara Timika, Papua Lumpuh karena Kabut Asap

Bandara Timika, Papua Lumpuh karena Kabut Asap

News | Kamis, 22 Oktober 2015 | 17:32 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×