Kodam Jaya Klaim Lahan Perumahan Zeni Mampang Aset TNI AD

Ruben Setiawan | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2015 | 23:23 WIB
Kodam Jaya Klaim Lahan Perumahan Zeni Mampang Aset TNI AD
Tolak pengosongan Paksa Perumahan Zeni Mampang. (Suara.com)

Suara.com - Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta mengklaim lahan dan bangunan di perumahan ‎Zeni Mampang Prapatan yang tempati keluarga para pejuang kemerdekaan 1945 adalah aset milik TNI Angkatan Darat. Pemeliharaan aset-aset itu dikuasakan oleh Angkatan Darat kepada Kodam Jaya.

‎"Itu aset TNI AD yang dikuasakan pemeliharaannya ke Kodam Jaya selaku area service.‎ Aset (lahan dan bangunan) itu terdata dalam inventarisasi kekayaan negara‎," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Infantri Heri Prakoso‎ saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (29/10/2015).

Warga dari keluarga pejuang menyatakan bahwa perumahan itu merupakan pembelian orangtua mereka dari hasil upah dalam proyek pembangunan Ganefo, gedung olah raga yang ‎jadi stadion Glora Bung Karno dan tugu Monas. Ketika itu para pejuang itu sebagai prajurit diperintahkan Presiden Soekarno membangun proyek negara tersebut.

"Penghuni mengaku bahwa itu pembelian oleh suami atau bapak mereka saat proyek Ganefo. Tetapi AD punya dokumen pembelian (lahan dan bangunan) dan tercatat dalam kekayaan negara," ‎ujarnya.

Menurut dia, sebagian keluarga para pahlawan itu telah direlokasi oleh Angkatan Darat ke Cilodong‎, Bogor, Jawa Barat. Mereka diberi tanah dan bangunan berikut uang kerohiman sebagai ganti rugi.

‎"Jadi 71 warga itu sebagian, sisanya yang 57 orang sudah direlokasi ke Cilodong dengan kompensasi tanah dan bangunan. Dan jadi hak milik," terangnya.‎

Heri berpandangan, warga yang menolak relokasi dari perumahan Zeni Mampang Prapatan ‎itu terbagi jadi dua kelompok. Jadi sebagian menerima relokasi.

"Mereka pecah jadi dua kelompok, yang tinggal mungkin berharap ganti rugi lebih," tuturnya.

‎Dia menjelaskan, sengketa itu bermula pada 1991 ketika TNI AD melakukan perjanjian ruislag atau tukar guling tanah dan bangunan dengan PT Continental (pengembang propperti). PT Continental, kata Heri, sudah memenuhi kewajiban.

"Giliran TNI AD mau serahkan aset, beberapa penghuni menolak.‎ ‎Sebagian alasan yang menolak sih agar ganti rugi sebanding, karena aset di Mampang dan Cilodong kan beda (nilainya). ‎Jadi salah kalau Kodam Jaya dianggap kongkalikong dengan PT Continental," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga menggelar aksi dengan memblokade akses jalan sebagai bentuk penolakan atas upaya pengosongan paksa rumah-rumah mereka oleh Kodam Jaya.

‎"Kami menolak dipaksa untuk mengosongkan rumah kami. Karena ini rumah warisan orang tua kami, lahan dan perumahan ini dibeli dari hasil jerih payah dan keringat orang tua kami yang notabene pejuang," kata Bogie Humas persatuan warga ‎Zeni Mampang Prapatan di lokasi.

Ia mengatakan, keluarganya bersama warga lainnya diintimidasi oleh pihak Kodam Jaya agar mengosongkan rumah-rumahnya. Kodam memberikan surat peringatan (SP) tiga yang jatuh temponya hari ini untuk pengosongan perumahan.

"Sejak tadi malam kami dapat kabar dari warga pihak Kodam Jaya mengancam akan mengerahkan 1.200 tentara hari ini untuk melakukan pengosongan paksa perumahan. Makanya keamanan di sini kami perketat, akses-akses jalan ditutup, karena peringatan Kodam Jaya untuk pengosongan paksa membuat resah warga,"‎ katanya.

Dia menjelaskan, di perumahan Zeni ini terdapat ‎71 rumah milik keluarga para pahlawan kemerdekaan 1945, pejuang Seroja Timor-Timur. Sebelumnya ada 117 rumah, namun sebagian sudah pindah karena diintimidasi oleh pihak Kodam Jaya dan yang tersisa 71 rumah keluarga pejuang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB