Meski Dana Tersendat, Kejuaraan Dunia Arung Jeram Siap Digelar

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 27 November 2015 | 17:42 WIB
Meski Dana Tersendat, Kejuaraan Dunia Arung Jeram Siap Digelar
Ilustrasi arung jeram. [Shutterstock]

Suara.com - Ketua Harian Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita, mengatakan bahwa persiapan untuk penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Arung Jeram atau World Rafting Championship (WRC) 2015 sudah mencapai 80 persen, menjelang hari pembukaannya pada 30 Desember 2015.

"Kira-kira persiapan sudah 80 persen. Beberapa tim dari negara asing juga sudah mulai hadir di lokasi beberapa hari sebelum pelaksanaan lomba," kata Yuni, yang juga menjabat sebagai Direktur Lomba WRC 2015, ketika dihubungi, Jumat (27/11/2015).

Yuni mengungkapkan bahwa sejauh ini, masalah pendanaan lomba masih menjadi kendala bagi pelaksanaan kejuaraan yang digelar di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut.

"Pendanaan masih belum cukup. Kami masih berusaha mendapatkan bantuan pemerintah, terutama (dari) Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," papar Yuni.

Rafter (atlet arung jeram) senior putri Indonesia tersebut juga mengatakan, sejauh ini institusi pemerintah yang paling banyak memberikan bantuan adalah dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), khususnya dalam wujud dukungan promosi.

Sebelumnya, Kemenpar sendiri memperkirakan bahwa penyelenggaraan WRC di Indonesia mampu menyumbang sekitar 70 ribu wisatawan mancanegara serta 3 juta wisatawan dalam negeri, dengan pengeluaran sehari masing-masing sekitar Rp500 ribu. Keuntungan yang didapat dari publikasi kejuaraan dunia tersebut, menurut Kemenpar pula, senilai sekitar Rp5 miliar, karena diliput oleh 70 media yang terdiri dari 60 media lokal dan 10 media asing.

Diketahui sebelumnya, Indonesia telah terpilih untuk menjadi tuan rumah WRC 2015 kategori R6 (enam pedayung dalam perahu) yang berlangsung di Sungai Citarik, yang akan digelar pada 29 November hingga 8 Desember ini. Terdapat 23 negara yang memastikan kehadirannya di kejuaraan tersebut. Sebelumnya sempat direncanakan diikuti oleh 24 negara, namun tim Kazakhstan lantas menyatakan batal ikut pertandingan.

Sebanyak ratusan rafter (atlet arung jeram) akan berlomba dalam empat kelas di ajang WRC ini, yaitu kelas Master (di atas usia 40 tahun), Terbuka (untuk semua kelas), serta kelas U-19 dan U-23. Setiap negara hanya boleh menurunkan satu regu (6 pedayung dengan satu orang pedayung cadangan) putri dan putra untuk setiap kelas.

Adapun nomor yang dilombakan adalah Sprint (adu cepat sepanjang 300 meter), H2H atau Head To Head (adu cepat satu regu lawan satu regu dalam kompetisi sistem gugur), nomor Down River (adu cepat sepanjang 8-12 km), serta Slalom (adu cepat melewati beberapa tiang, baik mengikuti arus maupun melawan arus). [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Jajal Keliaran Arus Citarik

Yuk, Jajal Keliaran Arus Citarik

News | Rabu, 18 November 2015 | 18:00 WIB

 Daerahnya Kebanjiran, Tiga Pemuda Ini Malah Main Arung Jeram

Daerahnya Kebanjiran, Tiga Pemuda Ini Malah Main Arung Jeram

Video | Kamis, 11 September 2014 | 12:20 WIB

November, Pra-Kejuaraan Dunia Arung Jeram Digelar di Citarik

November, Pra-Kejuaraan Dunia Arung Jeram Digelar di Citarik

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 20:14 WIB

Tim Arung Jeram Indonesia Targetkan Juara Dunia

Tim Arung Jeram Indonesia Targetkan Juara Dunia

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 04:17 WIB

Terkini

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

Senyap, Iran Siap-siap Stok Rudal dan Drone di Tengah Gencatan Senjata

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:01 WIB

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

Bukan di Bawah Menteri, Baleg DPR Sepakat Bentuk Badan Baru Untuk Kelola Satu Data Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

Petisi Tembus 1 Juta Tanda Tangan, Warga Eropa Desak Uni Eropa Putus Hubungan dengan Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:57 WIB

Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader

Kasus ISPA Sempat Naik, Pancoran Perkuat Edukasi Kesehatan Lewat 125 Kader

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:45 WIB

Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman

Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:37 WIB

Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia

Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:31 WIB

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:21 WIB

Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani

Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:14 WIB

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

News | Rabu, 15 April 2026 | 15:12 WIB