Tak Menang Mutlak, Jokowi Seperti Mendayung di Karang

Siswanto, Bagus Santosa

Minggu, 29 November 2015 | 16:17 WIB
Tak Menang Mutlak, Jokowi Seperti Mendayung di Karang
Eva Kusuma Sundari [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengakui tidak mudah mengurus negara dalam kondisi sekarang. Apalagi, partai pendukung Presiden Joko Widodo bukanlah pemenang mayoritas di pemilu presiden 2014 sehingga mau tidak mau harus ada power sharing dengan lawan politik.

"PDI Perjuangan menang tidak mutlak seperti ini, walau konsep PDI Perjuangan, tapi ada power sharing dan mengakomodasi partai. Jadi kita ini mesti mendayung di antara banyak karang, realitas tidak segampang seperti menang mutlak," kata Eva dalam diskusi bertema Bersih-bersih Kabinet, Menggusur Menteri Anti Nawa Cita dan Trisakti di Restoran Dua Nyonya, Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/11/2015).

Menurut Eva, kondisi itu menjadi salah satu sebab Nawa Cita dan Trisakti yang dikampanyekan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dulu tidak berjalan lancar setelah mereka berhasil menjadi pemenang pemilu.

Nawa Cita dalam konteks ini merujuk pada visi-misi yang dipakai Joko Widodo dan Jusuf Kalla ketika kampanye di Pilpres 2014. Dalam visi misi dipaparkan sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Sukarno yang dikenal dengan istilah Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Kita punya kesempatan sampai tahun tiga supaya ada output dan income Trisakti, karena tahun keempat untuk pembuktian, dan kalau ke lima kita bikin program nanti dicurigai persiapan untuk pilpres. Karenanya, tahun satu sampai tiga ini adalah krusial," kata dia.

Eva Sundari menambahkan saat ini komunikasi Presiden Jokowi dengan pejabat negara juga sudah membaik sehingga secara perlahan jalannya pemerintahan pun ke arah positif .

Tapi, Eva mengaku masih ada keterbatasan dalam beberapa hal.

Salah satunya, ada sejumlah menteri yang tidak menjalankan program Nawa Cita dan Trisakti.

"Kalau itu, yang tahu Pak Presiden. PDI Perjuangan juga kaget kok ada orang-orang itu yang masuk (pemerintahan), itu realitas yang kita terima. Dan, dalam proses pembentukan kabinet bukan sepenuhnya PDI Perjuangan," kata dia.

Sebagian menteri yang tidak menjalankan semangat Nawa Cita sudah diganti. Eva menambahkan di masa mendatang, Presiden akan kembali merombak kabinet agar program-programnya berjalan lebih baik lagi.

"Kalau reshuffle, itu keniscayaan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eva Sundari: Jokowi Dikelilingi Rampok dan Hiu

Eva Sundari: Jokowi Dikelilingi Rampok dan Hiu

News | Minggu, 29 November 2015 | 15:48 WIB

Jika Ada Reshuffle Kedua, Rizal Ramli Ingin Jokowi Tentukan Semua

Jika Ada Reshuffle Kedua, Rizal Ramli Ingin Jokowi Tentukan Semua

News | Rabu, 25 November 2015 | 23:39 WIB

Rencana Beli Helikopter VVIP Ide KSAU, Tak Hanya Buat Presiden

Rencana Beli Helikopter VVIP Ide KSAU, Tak Hanya Buat Presiden

News | Rabu, 25 November 2015 | 14:35 WIB

Terkini

Viral Turis Dilecehkan di Pantai Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan

Viral Turis Dilecehkan di Pantai Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo

Aroma Kopi dan Deru Hairdryer: Kedok Pabrik Narkoba Remote Control di Kamar Kos Sidoarjo

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Skin Tint Luxcrime untuk Kulit Apa? Kenali Keunggulan dan Review Lengkapnya!

Skin Tint Luxcrime untuk Kulit Apa? Kenali Keunggulan dan Review Lengkapnya!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Profil KH Anwar Zahid Bojonegoro, Dai Kondang Selamat dari Kecelakaan Mobil

Profil KH Anwar Zahid Bojonegoro, Dai Kondang Selamat dari Kecelakaan Mobil

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Jurnalis Ini Diciduk Polisi Gegara Laporan Rumor Transfer Pemain, Kok Bisa?

Jurnalis Ini Diciduk Polisi Gegara Laporan Rumor Transfer Pemain, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:36 WIB

4 Shio Paling Rentan Selingkuh, Disebut Mudah Tergoda untuk Mendua

4 Shio Paling Rentan Selingkuh, Disebut Mudah Tergoda untuk Mendua

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Desa Les: Kisah Nyoman Nadiana Mengenalkan Desa Pada Dunia

Desa Les: Kisah Nyoman Nadiana Mengenalkan Desa Pada Dunia

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Hashim Kukuhkan 20 Ormas Baru, Gugun El: Bisa Jadi Alat Propaganda dan Alat Politik Pemecah Belah

Hashim Kukuhkan 20 Ormas Baru, Gugun El: Bisa Jadi Alat Propaganda dan Alat Politik Pemecah Belah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Operasi Kilat 24 Jam: Polda Lampung Sapu Bersih 41 Bandit, 86 Titik Kejahatan Terbongkar

Operasi Kilat 24 Jam: Polda Lampung Sapu Bersih 41 Bandit, 86 Titik Kejahatan Terbongkar

Lampung | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Warung Bu Sastro: Ketika Bisnis Tidak Cuma Soal Menghitung Untung

Warung Bu Sastro: Ketika Bisnis Tidak Cuma Soal Menghitung Untung

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:30 WIB

×