200 Negara Sepakati Perjanjian Iklim Paris

Esti Utami Suara.Com
Minggu, 13 Desember 2015 | 07:59 WIB
200 Negara Sepakati Perjanjian Iklim Paris
Ilustrasi pelestarian lingkungan. (shutterstock)

Suara.com - Setidaknya 200 negara telah menyetujui untuk mengadopsi kesepakatan yang dicapai dalam  pada konferensi iklim PBB di Paris, pekan ini.

Menteri Lingkungan Afrika Selatan Edna Molewa, sebagai wakil untuk negara-negara berkembang, mengatakan bahwa kesepakatan ini tidak sempurna, tetapi ia menilainya ini dapat menandai titik balik untuk dunia yang lebih baik dan lebih aman di masa yang akan datang.

Sementara wakil khusus China, Xie Zhenhua, mengatakan untuk perubahan iklim menekankan pentingnya adopsi. Dia menggambarkannya sebagai sinyal politik menuju produksi rendah karbon demi masa depan yang berkelanjutan.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan perjanjian Paris adalah kemenangan luar biasa bagi semua orang di planet ini dan untuk generasi mendatang.

Dia mengatakan perjanjian tersebut akan memberdayakan masyarakat untuk merencanakan langkah baru untuk Bumi dan mengirimkan pesan penting untuk pasar global. Dia menambahkan bahwa kesepakatan itu akan mendorong penelitian yang lebih besar dan pengembangan, dan produk hebat berikutnya.

Perjanjian Iklim Paris akan mulai berlaku pada tahun 2020. Dokumen akan dibahas di Sidang di markas PBB di New York dan akan dibuka selama satu tahun untuk ditandatangani pada April 22, 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

Perjanjian akan berlaku setelah 55 negara yang bertanggungjawab atas sedikitnya 55 persen dari emisi global untuk mendepositkan instrumen ratifikasi.

Meskipun ada banyak kritik dari masyarakat sipil, atas kesepakatan ini, sebagian besar dari berbagai poin utama yang rumit berhasil diselesaikan di akhir negosiasi.

Semua negara sepakat untuk mengupayakan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Kenaikan 2 derajat Celcius ini adalah batas bawah, dan mereka sepakat untuk mencoba untuk membatasi kenaikan suhu BUmi pada angka 1,5 derajat Celsius.

Setiap lima tahun, yang dimulai sebelum 2020, mereka sepakat untuk meninjau pemotongan emisi yang diperlukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. (NHK/newswire.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI